Romo Simon Tinggalkan Ratusan Juta Kas Paroki St. Fransiskus dari Assisi Kolhua
Romo Simon mewariskan karakter kepemimpinan yang transparan, akutabel, semangat penuh kebersamaan dan persaudaraan.
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Gerardus Manyela
POS KUPANG.COM, KUPANG -Romo Simon Tamelab,Pr merayakan misa terakhir sekaligus menyampaikan laporan pembangunan dan keuangan bersama umat Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kupang, Minggu (6/2/2022).
Dalam laporannya, Romo Simon menyampaikan untuk pembangunan gedung gereja dan pastoran semuanya rampung seratus persen dengan utang nihil atau nol persen. Utang Rp 400 juta di KSP Kopdit Swasti Sari sudah dilunasi semasa pandemi Covid-19, karena dirinya tidak ingin pindah tugas dengan meninggalkan utang. Bahkan dana pembangunan gereja yang tersisa di rekening Bank NTT sebesar Rp 60.800.957.
Untuk kas paroki yang tersimpan di tangan bendahara Rp 25 juta, di rekening BRI 110 juta dan di KSP Kopdit Benefactor Rp 21.505.350, sehingga total kas paroki yang ditinggalkan Romo Simon sebesar Rp 218.114.314.
Dana ini, katanya, menjadi kekayaan umat untuk dibicara bersama pastor dimanfaat sebagai operasional pelayanan umat baik di pusat paroki maupun di stasi-stasi. Romo Simon juga meninggalkan beberapa aset untuk digunakan dalam operasional pelayanan.
Baca juga: Umat Paroki Santo Fransiskus dari Asissi, Kolhua Lepas Romo Simon Tamelab ke Alor
Terkait perkembangan umat dalam pelayanan sakramen, Romo Simon menyampaikan sejak dirinya bertugas pertama kali di Stasi St. Fransiskus dari Assisi Kolhua, 3 Maret 2012 sampai menjadi pastor paroki, 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2021, jumlah umat 4.041 jiwa, jumlah anak yang dibaptis : 998 jiwa, jumlah anak yang menerima komuni pertama 480 jiwa, jumlah pasangan yang menerima sakramen perkawinan 276 pasang hingga 5 Februari 2022, yang menerima krisma sebanyak 639 jiwa dan jumlah umat yang meninggal dunia 147 jiwa. Semua data ini tercatat dalam memori paroki yang telah diserahkan kepada pastor paroki yang baru, RD Longginus Bone.
Romo Simon dikenal sebagai pastor yang memiliki semangat membangun, transparan, komunikatif dan bijaksana. Setiap masalah yang dihadapi pasti dapat diselesaikan dengan tanpa menimbulkan masalah baru.
Dalam sambutannya usai ekaristi, Romo Simon mengatakan segala sesuatu akan mengalir seperti air tidak ada yang tetap. Waktu terus berlalu dan kita juga harus berubah dalam waktu itu. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus jalani.
"Ini penyelenggaraan Tuhan. Banyak kisah dan banyak hal kita buat di paroki ini, tentunya masih ada kekurangan dan itu wajar sebagai manusia. Selama menjadi pastor di Paroki St, Fransiskus dari Assisi Kolhua, saya tidak merasa kekurangan bahkan mendapat kelebihan dan dibagikan kepada orang lain. Saya memang bersedih, menangis ada, jangan berpikir romo tidak bisa menangis, saya menangis tapi menangis di kamar, dan bathin ini diolah melalui doa untuk menghadapinya. Saya mohon doa dari umat untuk tugas baru di Paroki Gembala Yang Baik, Kalabahi, dalam penugaskan tiga tahun tapi bisa lebih dari itu, bisa 5 tahun, 10 tahun dan bisa juga lebih cepat. Saya memohon maaf bagi umat semua jika ada hal yang tidak berkenan selama ada di sini. Pesan saya jaga persaudaraan sebagaimana spirit St. Fransiskus dari Assisi," kata Romo Simon.
Baca juga: RD Simon Tamelab Dinilai Uskup dan Umat Memenuhi Tri-Tugas dengan Baik
Ketua Pelaksana DPP, Adrianus Ceme dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Romo Simon yang telah mengabdikan diri di Paroki St. Fransikus dari Assisi Kolhua, Kupang sejak 3 Maret 2012.
Dia mengatakan Romo Simon yang kala itu masih muda dan baru ditahbiskan ditempatkan di co Assisi Kolhua. Seiring dengan perjalanan waktu gedung gereja selesai dibangun dan diresmikan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang dan Gubernur NTT saat itu, almarhum Frans Lebu Raya dan umat secara resmi menggunaknnya sejak tahun 2014. Dan, setahun kemudian tepatnya 1 Januari 2015 Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang menjadikannya menjadi paroki definitif dan paroki mandiri. Romo Simon dipercayakan YM Uskup Agung Kupang menjadi pastor paroki pertama.

Lanjutnya, umat paroki tentu mengetahui secara langsung perkembangan kehidupan paroki ini, kurang lebih 11 tahun Romo Simon berkarya di paroki ini.
"Namun kita telah menyaksikan hari ini terjadi persitiwa bersejarah kita melepas Romo Simon ke tempat tugas baru di Paroki Gembala Yang Baik Kalabahi," kata Adri Ceme.
Semua umat, katanya, sudah membaca pesan dan kesan yang disampaikan Romo Simon di grup WA , tentunya masing- masing umat mengalami kedekatan dengan Romo Simon, ada yang memangil dan menerima sebagai anak, adik, saudara dan lain-lain. Namun harus dilepasnya dengan penuh kenanganan.
"Banyak hal yang kami catat di hati kami masing-masing, RD Simon pastor yang sukses, sukses menjadi iman dan gembala yang baik, sukses menjadi ayah dan ibu dalam rumah tangga pastoral , berhasil membangun semua kehidupan dan program- program di paroki. Kami tidak bisa mengungkapkan satu persatu. kalau dibilang menangis, sejak tanggal 27 Januari kita cicil pelan-pelan tapi air mata tidak pernah kering-kering. Kita berat melepasnya tapi ini karena kesetiaan dan ketaatan terhadap janji saat pentahbisan jadi Romo Simon harus melaksanakan tugas sesuai dengan penugasan yang dipercayakan. Romo Simon memberikan stempel pelayanan yang sangat baik," kata Adri Ceme.
