Umat Paroki Santo Fransiskus dari Asissi, Kolhua Lepas Romo Simon Tamelab ke Alor

Umat Paroki Santo Fransiskus dari Asissi Kolhua, Kupang, Keuskupan Agung Kupang melepas  Romo Simon Tamelab, Pr yang akan menempati tugas baru 

Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/PAUL BURIN
Orang Muda Katolik saat acara pelepasan dengan Romo Simon di Aula Gereja Asissi, Minggu, 6 Februari 2022. 

POS-KUPANG.COM - Umat Paroki Santo Fransiskus dari Asissi Kolhua, Kupang, Keuskupan Agung Kupang melepas  Romo Simon Tamelab, Pr yang akan menempati tugas baru  sebagai Pastor Paroki Gembala Yang Baik, Alor. Pelepasan itu melalui perayaan ekaristi, Minggu, 6 Februari 2022. Acara yang kemudian dilanjutkan di aula gereja itu  dikemas dalam tajuk,  Serah Terima Pastor Paroki  dan Temu Pisah.

Umat dari semua stasi, lingkungan dan basis mengikuti acara itu dari pukul 10.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. 

Sebagian besar umat  memberi testimoni atas kepemimpinan Romo Simon selama sekitar  12 tahun di paroki itu. 

Kepemimpinan Romo Simon dinilai sejuk dan rendah hati. Selalu menjaga situasi dalam kepemimpinannya. Bahkan terkesan tak pernah marah.

" Bukan berarti romo tidak marah, tapi ia mampu mengendalikan sikapnya dengan baik," kata  umat lain  dalam testimoninya.

Baca juga: Kompor Tanpa Minyak Tanah Dikembangkan di Wilayah Kabupaten Ende

Romo Longginus Bone yang kini menggantikan Romo Simon sebagai pastor paroki itu mengatakan selama  dalam kebersamaan,  Romo Simon selalu menunjukkan keteladanan.  Ia tak banyak bicara. Romo Simon juga tidak pernah menegurnya.

"Saya akhirnya paham bahwa dalam hidup  bukan karena teguran,  tapi merujuk pada keteladanan, sikap hidup. Romo Simon menunjukkan keteladanan itu," kata Romo Dus, demikian panggilan akrabnya. 

Sedangkan Romo Tony Kobesi, Pr  mengatakan bahwa Romo Simon memberinya banyak penguatan dan tuntunan. Ia melukiskan telah mendapatkan "apa-apa" dari Romo Simon.  Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepadanya.

Sedangkan Romo Kayetanus Un, Pr mengatakan, sewaktu masih seminari menengah dan seminari tinggi ia banyak bertemu dengan  Romo Simon.

"Romo Simon itu pemain voli yang handal. Kalau sudah smash itu jarang terbendung. Dan, cara smash itu bukan dengan keras,  tapi dengan lembut. Jadi,  upaya untuk menggolkan sesuatu tak harus dengan keras-keras," kata Romo Tan, demikian panggilannya. 

Baca juga: Warga Kelurahan Fatululi Kota Kupang Gotong Royong Buka Jalan Baru

Sebagai tanda kasih sayang dan terima kasih kepada Romo Simon, umat dari semua stasi dan KUB (kelompok umat basis) memberinya berbagai bingkisan. Kelompok Jurnalis Asisi, kumpulan wartawan yang tinggal di paroki itu juga memberikan sebuah sketsa wajah romo asal Oepoli, wilayah yang berbatasan dengan Distrik Oecussie, Negara Timor Leste ini.  (pol)

Orang Muda Katolik saat acara pelepasan dengan Romo Simon di Aula Gereja Asissi, Minggu, 6 Februari 2022.
Orang Muda Katolik saat acara pelepasan dengan Romo Simon di Aula Gereja Asissi, Minggu, 6 Februari 2022. (POS KUPANG.COM/PAUL BURIN)

Berita NTT lainnya:

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved