RD Simon Tamelab Dinilai Uskup dan Umat Memenuhi Tri-Tugas dengan Baik
Anton Bele menilai selama menjadi gembala umat sejak dari stasi sampai paroki, RD Simon Tamelab telah melaksanakan tri-tugas dengan baik.
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Gerardus Manyela
POS KUPANG.COM, KUPANG - Penasehat Dewan Pastoran Paroki St. Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kupang, Dr. Anton Bele menilai selama menjadi gembala umat sejak dari stasi sampai paroki, RD Simon Tamelab telah melaksanakan tri-tugas dengan baik. Dia berharap apa yang telah dilakukan di Paroki St. Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kupang tetap dibawa ke tempat tugas baru di Paroki Gembala Yang Baik, Kalabahi, Alor.
Menurut Anton Bele, RD Simon adalah seorang imam yang dikenal pribadi yang terbaptis dan tertahbis yang telah menjalankan tiga tugas sebagai Imam, Raja dan Nabi, dengan baik. Anton Bele menjelaskan, Imam itu kuasa menguduskan, Nabi itu kuasa mengajar, Raja itu kuasa memimpin (tri-tugas).
Sebagai seorang iman seperti RD Simon, oleh Uskup diberi tugas macam-macam. Ada yang mengajar sebagai guru, dosen, pimpinan yayasan dan sebagainya. RD Simon diberi tugas sebagai pastor, gembala yang memimpin umat di wilayah Paroki St. Fransikus dari Assisi Kolhua Kupang yang sesaat lagi akan berpindah ke Alor.
RD Simon, kata Anton Bele, selama ini menjadi pastor yang menggembalakan umat di Paroki Santu Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang dengan baik dan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang memberi tugas baru, jadi pastor di Alor, Pulau Kenari.
Baca juga: 23 Diakon dan Imam Dithabis, Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Kolhua : Taat Protokol kes
"Saya termasuk salah satu umat yang `menyesalkan' penugasan ini. Hanya mengelus dada. Mengapa? Karena sudah sangat akrab dengan `Gembala', Pastor Simon. Tapi penugasan tetap hak dan wewenang Uskup. Maka saya, termasuk dua ribuan umat di Paroki Santu Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, menerima keputusan Uskup untuk memberikan tugas baru bagi Romo Simon," kata Anton Bele kepada POS KUPANG.COM, Jumat (4/2/2022).
Anton Bele menjelaskan, sebagai gembala dituntut untuk penuhi tiga tugas, imam, menguduskan. RD Simon menjalankan ini dengan sangat baik. Jawaban umat dalam misa sesudah konsekrasi dilatih ulang-ulang oleh RD Simon sendiri. Ini termasuk sebahagian kecil dari tugas imam, `menguduskan'.
RD Simon kalau berkotbah, tenang, penuh keyakinan dengan suara perlahan, jelas kata per kata. Ini tugas kenabian, mengajar, bukan menghajar.
RD Simon juga kalau memimpin rapat-rapat, biasa tenang, menyapa yang hadir dengan penuh hormat dan kasih. Ini tugas `Rajawi', memimpin.
Baca juga: Inilah 23 Imam dan Diakon Yang Ditahbiskan Uskup Agung Kupang Hari Ini
RD Simon dinilai oleh umat dan Uskup memenuhi tri-tugas ini dengan baik. Makanya ditugaskan di tempat yang baru di Alor. Ini satu kepercayaan dari pimpinan Gereja dan kebanggaan dari semua umat. Sebagai umat, kata Anton Bele, melepas-pergi RD Simon dengan ucapan terima kasih dan doa untuk menggembalakan sesama umat di Alor.
RD Simon pergi dengan rasa tenang tanpa menelantarkan umat, karena meninggalkan paroki ini dengan tiga orang gembala, RD Dus Bone, RD Tan dan RD Toni atau trio romo. RD Simon juga meninggalkan gereja dan pastoran yang megah, yang telah dibangun bersusahpayah dengan umat. Semoag semangat ini tetap membara di tempat tugas yang baru.
Hyeron Modo, salah seorang umat punya kesan tersendiri terhadap RD Simon. Om Oni, sapaan akrabnya menilai RD Simon punya semangat yang luar biasa membangun iman umat dan secara fisik membangun rumah ibadah dan pastoran yang megah.
"Hal ini yang patut diacungi jempol. Walaupun dalam usia relatif muda tapi RD Simon bisa menjadi 'penengah' yang meneguhkan umatnya tanpa membeda-bedakan. RD Simon bisa menyatukan umatnya yang berasal dari berbagai etnis," kata Oni Modo.
Baca juga: Gubernur NTT Berterimakasih kepada Uskup Agung Kupang yang Telah Menahbiskan Para Imam
Dari segi pelayanan, kata Oni Modo, semangat melayani sampai ke stasi-stasi seperti Fetonae dan Boneana di wilayah Kabupaten Kupang. Dia berharap semangat ini tetap dijaga sampai ke tempat tugas yang baru, apalagi Alor dengan topografi yang lumayan berat.
RD Dus Bone, pastor rekan yang dipercayakan Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang sebagai pastor Paroki St. Fransikus dari Assisi Kolhua, Kupang menggantikan RD Simon Tamelab punya banyak kesan terhadap RD Simon.