Berita Pemprov NTT

Kejati NTT Terima Aspirasi Demonstrasi, Tak Bisa Proses Semua

sewaktu menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Selasa 25 Januari 2022, menyampaikan tuntutan itu.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Aliansi Rakyat Anti Korupsi saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Selasa 25 Januari 2022. 

Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku menerima segala aspirasi dan kritikan dari semua masyarakat perihal penanganan kasus Hironimus Taolin dan Kasi Penindakan, Kondrat Mantolas.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi NTT, Abdul Hakim mengatakan segala aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat tetap diterima.

Namun demikian, dia mengaku semua masukan itu tidak bisa diproses.

"2 M itu, buktinya mana dulu. Yang bersangkutan ada, tagih ke yang bersangkutan," tegas Abdul, Selasa 25 Januari 2022 malam.

Baca juga: Saham Hanya 1 Persen, Pemprov NTT Tidak Bisa Berbuat Banyak Soal KSO PT Semen Kupang

Abdul menyebut urusan Hironimus Taolin dan Kondrat Mantolas merupakan ranahnya Satgas 53 dari Kejaksaan Agung RI. Pihaknya melakukan penyelidikan terkait pekerjaan proyek dari Hironimus berdasarkan laporan masyarakat.

Menurut dia, sesuai dengan alur kerja, Kejati NTT akan melakukan telaah dan melakukan penyelidikan baru dilakukan pembuktian.

Abdul menegaskan beberapa kasus yang disampaikan dalam aspirasi ini, seperti kasus bawang merah merupakan ranahnya penyidik sehingga pihaknya tidak bisa memproses lebih lanjut.

Baca juga: Pemprov NTT Berencana Bangun Pabrik Semen di Kupang, Simak Penjelasan Kepala Dinas PM dan PTSP

Diketahui, Aliansi Rakyat Anti Korupsi mendesak Kepala Kejati ntr, Dr. Yulianto untuk dicopot. Kejati Yulianto disebut bertanggung jawab terhadap pemerasan yang diduga dilakukan jaksa Kondrat Mantolas terhadap pengusaha Hironimus Taolin.

Aliansi Rakyat Anti Korupsi, sewaktu menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Selasa 25 Januari 2022, menyampaikan tuntutan itu.

Koordinator Aliansi Rakyat Anti Korupsi, Alfred Baun mengatakan Kajati NTT Yulianto harus bertanggung jawab atas perbuatan jaksa Kondrat Mantolas yang diduga memeras kontraktor Hironimus Taolin. (*)

Berita Pemprov NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved