Berita Nagekeo

Lima Orang Pelajar dari SMAN 1 Aesesa Gelar Talk Show Patroli Keamanan Sekolah

Lima orang pelajar dari SMAN 1 Aesesa di Kabupaten Nagekeo menggelar Talk Show di studio Radio Suara Nagekeo (RSN)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Sejumlah pelajar saat melakukan talk show dalam program radio suara pelajar di Studio RSN, Sabtu 22 Januari 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, MBAY - Lima orang pelajar dari SMAN 1 Aesesa di Kabupaten Nagekeo menggelar Talk Show di studio Radio Suara Nagekeo (RSN) pada, Sabtu 22 Januari 2022 pagi.

Talk show bertemakan Patroli Keamanan Sekolah ini dibawakan oleh Aldo, Vania, Icha, Edmon, dan Nadia. Mereka didampingi oleh penyiar RSN Novia Azizah dan Fatima Papu.

Acara talk show tersebut merupakan bentuk tindak lanjut kerjasama antara SMAN 1 Aesesa dengan RSN melalui program Radio Suara Pelajar.

Penyiar RSN, Novia Aziza mengatakan, acara talk show bersama para pelajar berlangsung selama satu jam. Talk show dibagi kedalam tiga segmen antara lain perkenalan profil sekolah, diskusi kegiatan Patroli Keamanan Sekolah dan wawancara narasumber.

Baca juga: Pengumuman Kelulusan SMAN 1 Aesesa Guru Sambangi Rumah Siswa

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar yang menentukan sendiri tema dan juga narasumber untuk diwawancarai.

"Kalau kami dari radio hanya membantu mendampingi mereka dan menyusun rundown kegiatan," ungkapnya.

Sementara itu, dua pelajar yakni Aldo dan Vania yang ditugaskan sebagai host menjelaskan bahwa Patroli Keamanan Sekolah pertama kali dibentuk pada 5 Mei tahun 1975 silam yang diinisiasi oleh Letkol Anton Soejarwo.

Pembentukan PKS itu didasari oleh rasa memiliki, menjaga ketertiban dan keamanan dari suatu sekolah di mana sekolah pada waktu itu mengalami kesulitan menjaga keamanan.

Menurut Aldo, sekolahnya sudah membentuk tim Patroli Keamanan Sekolah dan ia menjadi salah satu anggota tim yang direkrut melalui tes dan latihan.

Dijelaskannya, anggota patroli keamanan aekolah memiliki guru pembina dan mendapat pelatihan baris berbaris serta 12 macam gerakan lalu lintas oleh aparat Kepolisian Resort Nagekeo.

Baca juga: Talk Show Childfund, Kepemilikan Akta Kelahiran di Kabupaten Ende Dekati Target Nasional

"Jadi untuk masuk jadi anggota Patroli keamanan Sekolah kami dites mulai dari tinggi badan latihan baris berbaris dan tes kedisplinan. Alasan saya tertarik masuk menjadi anggota karena di sana ada latihan dasar, soalnya saya punya cita-cita ingin jadi tentara," ujarnya.

Pembina PKS, Wenslaus Geru memgaku, meski kehadiran PKS belum begitu terasa, tetapi para pelajar yang tergabung menjadi anggota sudah mulai menunjukkan bahwa mereka adalah anggota PKS.

"Dan pada hari ini mereka sudah mulai jalankan aktivitas pertama mereka membantu aparat satlantas menjaga keamanan lalulintas di beberapa titik," ungkapnya.

Sebagai guru pembina dirinya merasa bangga dengan kehadiran PKS di SMAN 1 Aesesa karena ini yang pertama kali PKS hadir di Kabupaten Nagekeo dan SMAN 1 Aesesa menjadi sekolah pionir.

Sementara Kanit Patroli Polres Nagekeo, Aipda Asri Bata mengaku,  idealnya PKS membutuhkan latihan rutin selama 3 bulan dan dibentuk secara resmi naik oleh Kapolres di tingkat Kabupaten maupun oleh Kapolda di tingkat Provinsi.

Meski begitu, Asri meyakini PKS ke depannya akan membawa dampak positif baik bagi siswa, sekolah maupun masyarakat.

''Karena PKS ini juga bertujuan membentuk karakter adik-adik di sekolah, sehingga harapan besar kami anggota PKS bisa menjadi panutan dan memberikan contoh yang baik bagi teman-teman di sekolahnya," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved