Berita Ende

Talk Show Childfund, Kepemilikan Akta Kelahiran di Kabupaten Ende Dekati Target Nasional

Sebanyak 273 mahasiswa di 26 desa dan 3 kelurahan di wilayah Kecamatan Nangapanda, Ndona, Ende dan Kecamatan Ende Timur

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Sekda Ende Agustinus G. Ngasu  dan Direktur Childfund Internasional Hanneke Outkerk tanda tangan kerja sama Pembagunan Kesejahteraan Sosial di ruang Garuda, Kantor Bupati Ende, Rabu 14 Desember 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti

POS-KUPANG.COM, ENDE -- Capaian kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada triwulan (Januari - Maret) 2021, 56 persen.

"Capaian itu masih rendah atau baru separuhnya," ujar Lambertus Sigasare, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan (Disdukcapil) Kabupaten Ende.

Lambertus mengatakan hal itu, dalam Talkshow 'Capaian Implementasi Project Akta Lahir Kabupaten Ende', di Ruang Garuda, Kantor Bupati Ende, Rabu 14 Desember 2021.

Pemerintah Kabupaten Ende, kata Lambertus, terus berupaya dengan beragam inovasi mempercepat kepemilikan administrasi kependudukan (Adminduk) termasuk akta kelahiran.

Baca juga: Kondisi Kantor Bupati Ende Pasca Gempa Bumi, Peserta Talk Show Nyaris Tertindih Plafon

Iniasiasi Lembaga Childfund Internasional, melalui Yayasan Flores Children Development (Fren), melalui Project Akta Lahir, memberikan pengaruh positif bagaimana menaikkan capaian kepemilikan akta kelahiran di Ende.

Project Akta Lahir dengan gaya kolaboratif ini, mulai digagas Februari 2021. Melibatkan Childfund, Fren, Disdukcapil Ende dan Sekolah Tinggi Pembagunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende.

"Project ini berjalan baik, walaupun di tengah pandemi Covid-19," kata Lambertus.

Hasilnya, capaian kepemilikan akta kelahiran, per 31 Oktober 2021 naik menjadi 88,81 persen. Atas pencapaian ini, Lambertus menekankan pentingnya kerja kolaboratif.

Selama project ini berjalan, kata Lambertus, monitiring dilakukan secara offline dan online.

Direktur Childfund Internasional, Hanneke Outkerk, yang juga hadir dalam talk show tersebut, sangat antusias. Apalagi dia baru pertama kali datang ke Ende. "Ende itu indah yah, waktu landing di Bandara saya suka lihat pemandangan," ungkapnya.

Dia menerangkan, Childfund, merupakan lembaga nirlaba, non-sektarian, dan non-politis, yang berfokus pada pengembangan anak dan keluarga.

Lembaga ini menjadi mitra Kementerian Sosial sejak tahun 1973. Program/kegiatan ChildFund di Indonesia secara tegas diarahkan untuk terus mendukung arah pembangunan Pemerintah Indonesia.

Elias Cima, perwakilan dari STPM St. Ursula, menerangkan, STPM Santa Ursula, melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), mendukung upaya - upaya pemenuhan hak sipil anak, termasuk implementasi Project Akta Lahir.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved