Breaking News:

Berita TTU

Kajari TTU Terbitkan Empat Sprindik Awal Tahun 2022

menemukan Indikasi kerugian keuangan negara dari 3 paket pekerjaan di RSUD Kefamenanu ini sebesar 2, 7 Miliar

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Dionisius Rebon
Kajari TTU Robert Jimmi Lambila, S. H., M. H, Senin, 20/12/2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timor Tengah Utara (TTU) menerbitkan 4 surat perintah penyidikan (Sprindik) pada 3, Januari 2022 lalu.

Dari 4 Sprindik itu, sebanyak 3 sprindik berkaitan dengan paket pekerjaan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu pada tahun anggaran 2015 dan 1 Sprindik berkaitan pembangunan Puskesmas Inbate-TTU.

Sprindik paket pekerjaan tersebut bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi RSUD Kefamenanu tahun 2015 yang sudah diusut oleh Kajari TTU pada tahun 2021 lalu dan telah diputuskan di Pengadilan Negeri  Tipikor Kupang.

Baca juga: Kejari TTU Tingkatkan Status Kasus Dugaan Korupsi Puskesmas Inbate ke Tahap Penyidikan

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksanan Negeri Timor Tengah Utara, Robert Jimmi Lambila, S. H., M. H kepada POS-KUPANG.COM, Jumat, 14 Januari 2022.

Kejari TTU, kata Robert, menemukan Indikasi kerugian keuangan negara dari 3 paket pekerjaan di RSUD Kefamenanu ini sebesar 2, 7 Miliar.

"Tiga paket pekerjaan itu paket pekerjaan pengadaan alkes. Karena kontraknya beda-beda makanya, perkontrak itu rekanannya beda, makanya kita terbitkan surat perintah penyidikan berbeda-beda," ungkapnya. (*)

Berita TTU Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved