Berita Kota Kupang
Cegah Covid-19, WVI Gandeng Remaja Terapkan Protokol Kesehatan
wadah partisipasi anak dan ruang komunikasi bagi anak, melibatkan anak dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
Diharapkan adanya komitmen dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk dapat mengimplementasikan praktik baik yang telah dilakukan pada kegiatan Lingkar Remaja.
Baca juga: Buntut Hak Tak Terpenuhi, Imigran di Kota Kupang Depresi
Kegiatan itu dirangkai dengan talkshow dengan sejumlah pembicara, termasuk Ketua Sinode GMIT Pendeta Dr Mery Kolimon, Specialis Komunikasi Pembangunan Unicef Rizky Ika Safitri, dan Ketua Asosiasi Jurnalis Indonesia NTT Marthen Bana.
Pendeta Mery Kolimon mengaku, sudah banyak pendeta, jemaat, termasuk anak remana yang meninggal juga karena Covid.
Karena itu, GMIT terus mengkomunikasikan risiko ini kepada jemaat melalui surat gembala, dengan berbagai bahasa lokal, dan lewat mimbar supaya risiko ini bisa diminimalisir dan dimitagasi dengan baik.
Baca juga: Jadi Kebutuhan, Anggota DPRD Kota Kupang Minta Ketersediaan Air Bersih Selalu Ada
Rizky Ika Safitri mengaku, pelibatan Remaja merupakan Kunci dari pemutusan matarantai penyebaran covid.
Anak muda punya komunitas dan komunitas-komunitas ini termasuk di sekolah perlu diberdayakan untuk bisa dengan cara mereka sendiri bisa mengurangi risiko tertularnya covid.
"Dalam komunitasnya, mereka bertanggunjawab untuk menyelamatkan teman temannya, sekaligus komunitasnya," katanya.
Marten Bana meminta agar berita-berita terkait covid dan berita lainnya perlu dicek kebenarannya sebelum dishare.
"Karena sekali kita share informasi apa yang tidak benar, kita terjerumus ke dalam pemberi berita hoax dan mencelakakan banyak orang. Kita saring dulu baru sharing ke yang lain," pintanya.
Untuk diketahui, WVI merupakan organisasi kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membawa perubahan berkelanjutan pada kehidupan anak, keluarga, dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan.
WVI mendedikasikan diri untuk bekerja bersama masyarakat yang paling membutuhkan pendampingan.
Saat ini WVI dengan dukungan Unicef sedang menjalankan Program RCCE (Komunikasi Risiko dan Pelibatan Masyarakat) dalam upaya pemberdayaan Anak Remaja dan Anak Muda di NTT.
Para remaja dan guru, dalam kegiatan tersebut mempresentasikan implementasi penerapan Prokes di sekolahnya. Tiap perwakilan akan menyampaikan dihadapan peserta kemudian dilakukan sesi tanya jawab. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/peserta-sedang-mempresentasikan-hasil.jpg)