Berita Kota Kupang
Cegah Covid-19, WVI Gandeng Remaja Terapkan Protokol Kesehatan
wadah partisipasi anak dan ruang komunikasi bagi anak, melibatkan anak dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
Laporan Kontributor POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Organisasi Kemanusian Wahana Visi Indonesia (WVI) menggandeng perwakilan anak dan remaja dari sejumlah kabupaten di NTT untuk menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) dalam mencegah Covid-19
Anak-anak dilibatkan dalam respon dan komunikasi risiko Covid-19 dan percepatan vaksinasi. Sekaligus menyampaikan hasil dari prototype Covid-19 dan vaksinasi.
Kegiatan itu sedang dijalankan WVI di NTT Risk Communication Community Engagement (RCCE) atau Komunikasi Resiko dan Pelibatan Masyarakat.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2022, Beriman: Tidak Lepas dari Kesetiaan
General Zone Manager WVI NTT Ebenezer Sembiring terkait kegiatan Exhibition atau Demo Day RCCE di Sahid T-More Hotel Kupang mengatakan itu, Kamis 13 Januari 2022.
Kegiatan digelar 12-14 Januari 2022.
Ebenezer mengatakan Program RCCE melibatkan anak anak dan sudah ada inovasi di sekolah.
Baca juga: Pilkada Kota Kupang, Gerindra Usung Kader Maju Bertarung
Selain itu ada Lingkar Remaja yang terdiri dari 14 kelmpok di kota Kupang dan Timor Tengah Selatan (TTS).
Program RCCE ini juga dikampanyekan di 48 sekolah di Kabupaten Kupang, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, dah Sumba Barat.
Dia berharap, kegiatan Exhibition atau Demo Day itu dilanjutkan dan replikasi oleh dinas pendidikan dan sekolah-sekolah di daerah masing masing.
Baca juga: Identitas Siswi Pemeran Video Viral Terungkap, Pihak SMKN 2 dan SMAN 8 Kupang Minta Maaf
DM Specialis Zone WVI NTT atau Penanggungjawab Project RCCE Unicef Severinus Lusti Budiman menambahkan Exhibition atau Demo Day dimaksudkan untuk menarik pembelajaran baik dalam implementasi program Lingkar Remaja, Pengembangan Kampanye RCCE.
Implemantesi itu dilakukan baik di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Sumba Barat maupun Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kegiatan itu juga sebagai wadah partisipasi anak dan ruang komunikasi bagi anak, melibatkan anak dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
Baca juga: Kronologi Tabrakan Beruntun Penyebab 7 Penumpang Angkot Patah Kaki
"Untuk melembagakan pengetahuan, perlu ditarik pembelajaran bersama dari lapangan, sekaligus mengkomunikasikan pembelajaran kepada para pihak terkait seperti pemerintah, media, Gereja/lembaga keagamaan. Karena itu perlu dilakukan kegiatan ini," ujarnya.
Dia berharap lembaga terkait dapat mempertimbangkan pengembangan komunikasi resiko yang melibatkan remaja. Juga adanya pembelajaran yang baik ataupun yang masih perlu diperbaiki dalam pengembangan komunikasi resiko mereka, khususnya dalam upaya penanganan covid 19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/peserta-sedang-mempresentasikan-hasil.jpg)