Berita Nasional
Sebut Ayahnya Bukan OTT KPK, Putri Wali Kota Bekasi "Diserang" Jubir KPK: Ade: Begini Fakta-Faktanya
Kasus penangkapan Wali Kota Bekasi Rahmad Effendi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini jadi bahan pergunjingan publik.
Atas hal tersebut, menurut Ade yang terjadi adalah pembunuhan karakter karena memang sudah mengincar partai berlogo pohon beringin itu.
Karena itu Ade mengatakan akan mencoba berkoalisi dengan partai lain pada 2024.
Baca juga: Terjerat OTT KPK, Inilah Profil dan Rekam Jejak Rahmat Effendi Wali Kota Bekasi
"Memang ini pembunuhan karakter, memang ini kuning sedang diincar. Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar ini."
"Tapi nanti di 2024, jika kuning koalisi dengan orange, matilah yang warna lain," ujarnya.
Tersangka Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau Pepen dengan mengenakan rompi tahanan KPK meninggalkan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, 6 Januari 2022.
KPK menetapkan 9 orang tersangka kasus korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di pemerintahan Kota Bekasi.
KPK juga mengamankan barang bukti uang mencapai Rp 5,7 miliar dengan perincian Rp 3 miliar dalam bentuk tunai dan sisanya saldo rekening buku tabungan.
Begini Kata Ade Saat Klarifikasi
Sementara itu, Ade Puspitasari memberi penjelasaan soal video pernyataannya yang viral di media sosial tersebut.
Ade mengatakan apaya yang disampaikan dalam video, merupakan bentuk motivasi kepada para kader Golkar.
"Bahwa yang saya sampaikan adalah motivasi dan suplementasi kepada kader."
"Agar tidak terusik oleh bisingnya gerakan destruktif terhadap kader Golkar Kota Bekasi," ucap Ade, dikutip dari sumber yang sama, Minggu 9 Januari 2022. (*)
Artikel ini telah tayang dengan judul: Viral Video Putri Rahmat Effendi Tak Terima Penangkapan Ayahnya Disebut OTT, KPK: Sesuai Prosedur