KKB Papua
KKB Papua Huni 5 Wilayah Titik Merah, 19 Warga dan 15 TNI-Polri Jadi Korban
Kelompok yang telah dicap teroris oleh pemerintah itu masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat sipil di Bumi Cenderawasih.
Sementara di pihak KKB Papua, tercatat 12 orang tewas sepanjang tahun 2021.
Baca juga: Cegah Kebrutalan KKB Papua, Kapolda Papua Minta Warga Lakukan Ini Sebelum Berkebun, Apa?
“Korban dari Kelompok Kriminal Bersenjata sebanyak 12 orang. Dan di sisi lain adanya Kelompok KKB yang menyatakan diri kembali ke Pangkuan NKRI sebanyak 27 orang di wilayah Hukum Polres Kepulauan Yapen,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri baru-baru ini.
Bukti kekejaman KKB Papua dapat dilihat dengan rangkaian aksi teror yang mereka lakukan sepanjang tahun 2021
KKB Papua tercatat telah melakukan 92 aksi teror dalam rentang waktu satu tahun belakangan.
Serangan KKB Papua itu membuat banyak korban jiwa berjatuhan dari masyarakat sipil.
Tercatat sepanjang tahun 2021, 19 orang dari masyarakat sipil tewas akibat kebrutalan KKB Papua. Sementara 11 orang mengalami luka-luka.
Puluhan Anggota Bertobat
Sebanyak 21 pemuda yang sempat menjadi anggota KKB Papua memilih menyerahkan diri ke Polres Kepulauan Yapen.
Dengan didampingi oleh kepala Suku Rawai dan empat kepala kampung yang berada di sekitar pegunungan Moman Ambaidiru, 21 anggota KKB Papua ini menyerahkan diri ke mapolres Kepulauan Yapen.
Penyerahan diri 21 anggota KKB Papua ini diterima langsung oleh Kapolres Yapen Dandim 1709 Yawa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Yapen.
Kembalinya 21 anggota KKB Papua ke NKRI ini ditandai dengan pengucapan ikrar dan janji setia kembali ke NKRI serta mencium bendera merah putih.
Komandan Kodim 1709/Yawa, Letkol Inf Catur P Nugroho mengaku bangga setelah 21 eks anggota KKB Papua memutuskan kembali setia ke NKRI.
Ia menyebut, kehadiran TNI-Polri di Papua tak hanya untuk menghadirkan rasa aman bagi warga sipil, tetapi juga untuk memajukan daerah setempat.
"Kami di sini bersama-sama ingin memajukan pembangunan di Kepulauan Yapen," katanya.
"Jadi tidak ada lagi yang berfikir bahwa Papua itu akan merdeka, kami sangat bangga dan senang kerja sama antara TNI dan Polri yang ada di wilayah sehingga rekan-rekan kita ini, adik-adik saya dapat dengan kesadaran yang cukup tinggi mau kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya.