Berita Belu
Sembilan Bulan Bupati Agus Taolin Tunjukan Kemajuan Besar di Kesehatan
Sembilan Bulan Bupati Belu Agustinus Taolin Tunjukkan Kemajuan Besar di Bidang Kesehatan
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD bersama Wakil Bupati, Drs
Aloysius Haleserens, MM menyampaikan progres pembangunan di tahun 2021 dalam acara konferensi pers yang bertempat di Lantai I Kantor Bupati Belu, Rabu 29 Desember 2021.
Bupati didampingi Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE. M. Si dan Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Belu yang juga sebagai Kepala Dinas Kominfo, Fransiskus X. Asten, S.Sos. Hadir juga saat itu para pimpinan dan pejabat yang mewakili pimpinan OPD.
Dalam keterangan pers, Bupati Belu mengatakan, ia bersama wakil bupati telah memimpin Kabupaten Belu selama sembilan bulan tiga hari sejak dilantik 26 April 2021.
Dalam rentang waktu yang sangat singkat itu, Bupati Agus Taolin dan Wabup Alo Haleserens telah menunjukkan suatu kemajuan besar dalam pembangunan terutama pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan melalui program unggulan pengobatan gratis.
Program unggulan ini merupakan penjabaran dari misi pertama kepemimpinan Agus Taolin -Alo Haleserens yakni, Meningkatkan Pembangunan di Bidang Kesehatan dan Pendidikan.
Dalam tempo 90 hari atau tiga bulan, program strategis ini dilaunching dan masyarakat mulai menerima manfaatnya sejak 1 Agustus 2021.
Atas komitmen tersebut, Kabupaten Belu ditetapkan sebagai kabupaten yang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) karena pemerintah telah menjamin kesehatan masyarakatnya mencapai 100 persen. Suatu daerah dikatakan mencapai UHC apabila pemerintah menjamin kesehatan masyarakatnya di atas 95 persen. Sesuai data, Kabupaten Belu berada di angka 98 persen.
Universal Health Coverage adalah program yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus mengahadapi kesulitan finansial. Hal ini ditunjang dengan pelayanan fasilitas kesehatan yang berkualitas.
Meski di bidang kesehatan sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, namun Bupati Agus Taolin juga tidak menampik kalau pembangunan di sektor lain masih membutuhkan kerja keras dan secara bertahap.
Diantaranya, pada sektor pendidikan khususnya peningkatan SDM aparatur sipil negara masih kurang. Target tahun 2022 pemerintah akan memberikan kesempatan kepada ASN untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan nasional sebanyak enam orang pejabat eselon II dan pelatihan kepemimpinan administrator sebanyak 14 orang pejabat eselon III dengan total anggaran Rp 1,5 M.
Bidang infrastruktur jalan juga membutuhkan perhatian dan komitmen dari pemerintah karena masih terdapat 131,2 kilometer jalan dalam keadaan rusak dari total panjang jalan kabupaten 353 kilometer. Kondisi jalan Kabupaten dalam keadaan baik 221,8 kilometer.
Di sektor pertanian, Bupati mengakui, produksi jagung tahun 2021 mengalami penurunan. Ditargetkan produksi jagung 51,930 ton, realisasi 49,096 ton. Sedangkan produksi padi meningkat, ditargetkan 24.100 ton, realisasi 25,416 ton. Di tahun 2022 pemerintah menargetkan produksi padi 24.580 ton dan jagung 54.530 ton.
Bupati Belu juga menyampaikan, akses air minum bersih bagi masyarakat juga masih menjadi pekerjaan rumah di masa kepemimpinannya. Pasalnya akses air minum bersih baru di angka 30,7 persen. Di tahun 2022, pemerintah akan menambah sambungan rumah 1.261 SR.
Pada kesempatan itu, Bupati Belu menyampaikan, banyak hal yang sudah dikerjakan oleh pemerintah dalam kurun waktu sembilan bulan dan masih banyak pula yang belum dikerjakan.