Berita Malaka
Percepat Capaian Vaksin Polsek Malaka Tengah Gelar Operasi Yustisia
Dalam upaya mempercepat capaian vaksin, jajaran Polsek Malaka Tengah, wilayah hukum Polres Malaka menggelar Operasi Yustisia
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, BETUN - Dalam upaya mempercepat capaian vaksin, jajaran Polsek Malaka Tengah, wilayah hukum Polres Malaka menggelar Operasi Yustisia.
Operasi dengan cara humanis itu menyisir setiap warga yang belum vaksin agar segera mendapatkan vaksinasi di titik yang telah ditentukan secara gratis.
Kapolres Malaka AKBP Rudy Junus Jacob Ledo SH,.S.IK, melalui Kapolres Malaka Tengah, IPTU I Wayan Budiasa,S.H di Betun, Senin (20/12/2021) mengatakan, sebelum digelar Operasi Yustisi, terlebih dahulu dilaksanakan apel bersama.
Adapun beberapa hal yang disampaikan ke anggota, katanya, terkait percepatan Vaksin diwilayah hukum Polsek Malaka Tengah dengan mendatangi setiap warga dengan pola pendekatan humanis.
"Kita mengecek ke seluruh pemilik toko baik pemilik maupun karyawan kita tanya secara humanis apakah sudah menerima Vaksin atau belum dengan cara menunjukan bukti Vaksinnya. Apabila menemukan warga yang belum di vaksin dicatat dan diarahkan ke Puskesmas terdekat," tutur Wayan.
Hal ini dilakukan, lanjut Wayan, guna mendukung program pemerintah dalam percepatan Vaksinasi Covid-19 diakhir tahun ini supaya mencapai 70 persen. Pasalnya, dari data menunjukkan Kabupaten Malaka baru mencapai 55 persen yang sudah dientry.
"Saya imbau kepada anggota agar dalam melaksanakan tugas secara humanis dan tetap menghimbau masayarakat agar selalu taat Protokol kesehatan," tandasnya.
Pantauan Pos-Kupang, Kapolsek Wayan bersama anggota menyisir setiap toko, bank, warung dan setiap pengemudi kendaraan yang ada di Kota Betun.
Upaya ini dilakukan guna memberikan edukasi dan mengajak warga masyarakat yang belum menerima vaksin segera mengikuti vaksinasi.
Pada momen inipun jajaran Polsek Malaka membagikan ribuan masker kepada warga yang belum menggunakan masker serta mengganti masker yang digunakan warga yang sudah tidak layak pakai.(*)