Berita Nagekeo
Uskup Agung Ende Resmikan Kuasi Paroki St Yohanes XXIII Wewoloe Menjadi Paroki Definitif
Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota Pr melakukan peresmian Kuasai Paroki Santo Yohanes XXIII Wewoloe menjadi paroki definitif
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
"Saya ingin mengingatkan kita tentang sejarah Wewaloe. Ketika dataran Mbay oleh Wakil Presiden dibangun bendungan, sehingga di dataran Mbay ini ada 6000 hektar sawah. Dulu mereka belum punya gambaran Wewaloe seperti ini," ungkapnya.
Untuk itu, dirinya meminta masyarakat supaya bersama bergandengan tangan membangun daerah ini. Karena daerah utara ini adalah daerah baru yang sangat menjanjikan, sehingga suka tidak suka pendatang akan datang ke daerah ini.
"Saya mau katakan tempat ini tempat yang subur. Parit lewat depan ini. Apalagi kompleks gereja sudah dipagari maka bisa ditanami mangga, jagung, dan sayur mayur untuk menyokong gereja mandiri dari kekuatan ekonomi umat," ungkapnya.
Dijelaskannya, dalam tata ruang Kabupaten Nagekeo, wilayah Mbay kiri sudah memiliki industri seperti industri garam dan nantinya seiring berjalannya waktu, pasti akan ada industri lain. Untuk itu, masyarakat harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan tetap bekerja keras.
"Saya juga meminta supaya kita harus gunakan rupiah demi rupiah secara terarah supaya ekonomi kita bisa lebih baik lagi," ungkapnya.
Pastor Paroki Wewoloe, Romo Martin Dominggus Nuka Pr dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uksup Agung Ende yang sudah mempercayakan dirinya sebagai administrator Kuasi Paroki Santo Yohanes XXIII Wewoloe ini.
"Dan juga mengangkat saya menjadi pastor paroki di paroki ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh DPP hingga KUB, dan kelompok kategorial serta umat sekalian yang membantu menyukseskan kegiatan ini," pungkasnya. (*)