Berita Kota Kupang
Buka Konferda III GAMKI NTT Viktor Laiskodat Sebut Dirinya Tidak Tertarik Pada Perbedaan Politik
Buka Konferda III GAMKI NTT Viktor Laiskodat Sebut Dirinya Tidak Tertarik Pada Perbedaan Politik
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Dikatakan, dalam membangun NTT dibutuhkan kecerdasan dan kreatifitas kita mulai dari pola pikir kita sendiri.
"Tidak bisa kita kerja dengan cara biasa dan sendiri-sendiri. Kita butuh generasi seperti itu untuk bangun kekayaan NTT. Harus optimis dan punya keyakinan serta juga melibatkan investor," ujarnya.
Ketua GAMKI NTT, Emi Nomleni mengatakan, ada pergumulan terhadap banyak persoalan dan banyak juga yang belum dibuat oleh GAMKI.
"Ada banyak harapan terhadap GAMKI, untuk membuat sesuatu bagi gereja masyarakat dan pemerintah.
Melewati masa waktu, kami sudah melebihi waktu, saya sampaikan permohonan maaf, banyak harapan yang belum dipenuhi. Apapun pendapat opini yang ditujukan kepada kami terutama saya, saya sampaikan permohonan maaf," kata Emi.
Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan. "Kita harapkan Konferda ini bisa berjalan dengan baik sampai selesai. GAMKI ini adalah organisasi panggilan kita untuk melayani bagi kaum muda, gereja dan masyarakat," kata Emi.
Emi yang juga sebagai Ketua DPRD NTT ini menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pendahulu senior dan juga para junior.
"GAMKI ini bukan hanya semata organisasi melainkan wadah yang penuh kasih untuk saling menguatkan kita. Kita juga akan terus bermitra bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten," ujarnya.
Senior GAMKI NTT, Rodialek Pollo mengatakan, GAMKI mendapat kehormatan karena acara itu dihadiri Gubernur NTT.
DPP GAMKI Pusat mengatakan, Konferensi Daerah III ini adalah aktivitas pertama di tengah Pandemi.
Pada pukul 18.44 wita saat sambutan GAMKI Pusat, listrik padam. Acara sempat terhenti. Para peserta saat itu ada yang spontan menyalakan lampu handphone. Saat itu sambutan tetap dilakukan tanpa pengeras suara.
Sekitar pukul 18.49 wita listrik kembali menyala. (*)