Berita Nasional
Ahok Dapat Sindiran Menohok dari Stafsus Erick Thohir Terkait Jabatannya Sebagai Komut Pertamina
Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, menyindir Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.
Dia menyayangkan Ahok yang banyak bicara tentang BUMN, tapi tidak mengetahui perkembangannya.
"Dan kita berharap ke depan Pak Ahok makin banyak nih belajar dari apa yang sedang dilakukan oleh BUMN. Jangan sampai Pak Ahok ketinggalan kereta. Masa Pak Ahok sebagai komut ketinggalan kereta," ucap Arya Sinulingga.
Baca juga: Ahok Tegaskan Tolak Rencana Akuisisi Perusahaan Mobil Listrik Jerman, Dinilai Tidak Layak
Menurut Arya, apa yang disampaikan Ahok sebenarnya juga sudah lama disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir.
"Harusnya beliau lihat juga bahwa apa yang diomongkan beliau itu udah lama diomongkan Pak Erick Thohir. Mulai dari urusan bahwa jangan sampai project-project itu jadi bancakan korupsi, bahwa BUMN itu adalah perusahaan milik negara," kata Arya Sinulingga.
Menurut Arya Sinulingga, mungkin Ahok tak mengikuti perkembangan BUMN, padahal sudah banyak kasus di BUMN yang dibawa ke ranah hukum.
"Kemudian juga kalaupun ada kerja sama dengan BUMN harus win-win solution, tidak boleh ada yang dirugikan. Itu semua udah dibicarakan oleh Pak Erick jauh-jauh hari," kata dia lagi.
Beberapa waktu lalu, Ahok memang menyebut banyak kontrak bisnis di BUMN yang dianggap merugikan perusahaan pelat merah, termasuk Pertamina di mana dirinya menjadi komisaris.
Kritiknya itu dia sampaikan dalam akun YouTube miliknya Panggil Saya BTP. Ahok pun marah dengan temuan itu.
Selain merugikan BUMN, kontrak bisnis itu justru menguntungkan pihak lain. Ahok bertambah geram.
Meskipun kontrak itu merugikan BUMN, namun hanya dianggap angin lalu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca juga: Pernyataan Keras Jokowi ke BUMN,Sebut PLN dan Pertamina Butuh CEO Berani, Nasib Ahok?
Lembaga tersebut menilai masalah itu hanya persoalan salah bayar atau kelebihan bayar.
Terbaru, Ahok juga blak-blakan mengkritisi rencana holding BUMN yang berencana mengakuisisi perusahaan pembuat baterai listrik asal Jerman.*
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan"