Breaking News:

Berita Kota Kupang

Berkas P21, Tersangka Dokter Gigi Gadungan Segera Disidangkan

Ia mengalami gusi bengkak dan infeksi serta kerusakan pada gusi dan mulut. Ia juga mengalami luka di sekitar mulut.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RAY REBON
Anton (kaos hitam), dokter gigi gadungan saat dijemput anggota Polres Kupang Kota 

Dari hasil pemeriksaan terungkap kalau pelaku pernah sekolah perawat gigi dan merupakan lulusan diploma III teknik gigi.

"Pelaku praktek dokter gigi tanpa ijin tanpa dilengkapi surat tanda registrasi (STR) perawat/dokter gigi," tandas Kasat Reskrim.

Baca juga: Dinas Nakertrans Kota Kupang Tunggu Upah Minimum Provinsi

Seharusnya, pemasangan dan perawatan gigi harus dilakukan dokter atau perawat yang memiliki ijin dan keahlian.

"Pelaku mengaku sebagai dokter gigi yang beroperasi di Kota Kupang dan Kabupaten TTU," tandas Kasat Reskrim Polres Kupang Kota.

Korban sendiri mengaku merasakan nyeri dan pendarahan pasca ditangani pelaku.
Korban JDL yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua juga sudah diperiksa polisi terkait laporannya.

JDL (56), mantan anggota DPRD Kabupaten Kupang nyaris kehilangan semua giginya.

Ia menjadi korban praktek dokter gigi gadungan, AHH alias Anton (35), warga Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

Awalnya korban JDL yang juga warga RT 01/RW 01, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang berkeinginan tanam gigi palsu.

Korban hendak memasang 10 gigi palsu dan pelaku Anton menawarkan jasanya. Ia mengaku sering membuka praktek di Kabupaten TTU dan Kota Kupang.

Baca juga: Walikota Kupang : Hidupkan Budaya Literasi di Kota Kupang

Pada 21 Mei 2021, pelaku Anton datang ke kediaman korban di RT 01/RW 01 Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang memasang gigi palsu dan menambal gigi yang berlubang. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved