Breaking News:

Berita Belu

Bidan di Belu Tekad Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Belu, Provinsi NTT bertekad menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Para bidan saat mengikuti Muscab Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Belu dan Sumpah Profesi Bidan, di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Sabtu 30 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Belu, Provinsi NTT bertekad
menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi melalui penguatan profesi bidan. 

Tekad ini diusung sebagai tema Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Belu dan Sumpah Profesi Bidan yang bertempat di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Sabtu 30 Oktober 2021.

IBI mengusung tema ini mengingat angka kematian ibu dan bayi masih tinggi di wilayah tersebut, bahkan di Indonesia. Oleh karena itu, para bidan yang diwadahi dalam organisasi profesi bertekad untuk mengatasi masalah tersebut. 

Tekad para bidan ini diapresiasi oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM saat membuka kegiatan tersebut.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Belu Dukung Program Pembagunan Ekonomi Inklusif 

Kata Bupati Belu angka kematian ibu dan bayi hari ini masih tinggi. Khusus Kabupaten Belu berada di angka 17,9 persen. 

Diharapkan tahun depan turun ke 14 persen sebagaimana harapan dari Presiden Joko Widodo.

Menurut Bupati, tekad untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi bukan sekedar slogan. Tidak cukup dengan kata-kata atau komitmen tetapi lewat kerja nyata. 

"Salah satu caranya adalah bidan harus ada di desa. Jika tidak ada rumah, desa siapkan rumah, kalau tidak ada, cari kontrakan. Dan untuk menurunkan angkat kematian ibu, bayi dan stunting tentu tidak hanya harap bidan sendiri, tetapi kita bersama-sama", kata dr. Agus Taolin. 

Menurut Bupati Belu, muscab dilaksanakan untuk memilih pemimpin yang berkompeten dan mampu memajukan organisasi. Oleh karena itu, pilihlah orang yang mampu mengolah, menghidupkan dan memajukan organisasi. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved