Breaking News:

Berita Belu

Bupati Belu Agustinus Taolin Berharap Kader Pembangunan Manusia Kerja Serius

perlu intervensi lewat program yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kader Pembangunan Manusia (KPM) Stunting tingkat Kabupaten Belu mendapat arahan dari Bupati Belu, dr. Agustinus, Sp.PD, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu 27 Oktober 2021. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni 

POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH mengharapkan kader pembangunan manusia bekerja serius demi mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terutama ibu hamil, ibu menyusui serta bayi dan balita

Kepastian layanan kesehatan terhadap kelompok tersebut dapat menekan angka stunting di Kabupaten Belu. 

Bupati Agus Taolin menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Stunting tingkat Kabupaten Belu, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu 27 Oktober 2021. Bupati didampingi Kadis PMD, Januaria Nona Alo, S.IP dan Plt. Kadis Kesehatan, Drs. Egidius Nurak. 

Dokter spesialis penyakit dalam ini mengatakan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronik terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) serta terjadinya infeksi berulang karena pola asuh yang tidak memadai.

Untuk mengatasi persoalan ini, kader Pembangunan Manusia sebagai garda terdepan di desa mesti bekerja serius dalam menyiapkan data dasar pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

Baca juga: Menang PSCS Permainan Laskar Sambernyawa Persis Solo Belum Puaskan Kaesang, Isyaratkan Dirtek Baru?

Bupati Agus Taolin mengatakan, persoalan stunting menjadi perhatian serius pemerintah. Dan untuk mengatasi persoalan ini dibutuhkan kerja bersama atau kolaborasi dukungan dari lintas sektor. 

“Upaya pencegahan stunting perlu melibatkan lintas sektor, baik tingkat pemerintah, swasta, dunia usaha, LSM/NGO serta masyarakat seluruhnya,” ujar dr. Agus Taolin.

Lanjut Bupati, dinas teknis seperti Dinas Kesehatan, PMD, perlu intervensi lewat program yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Kemudian mendorong pemerintah desa agar program pembangunan desa harus memperhatikan bidang kesehatan. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang tentang desa. 

Bupati mengharapkan kader pembangunan manusia dapat bekerja dengan baik sehingga visi pemerintah dapat terwujud. 

Baca juga: Sekda Belu Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah. Kita Masih  Pandemi Covid-19

“Visi misi program dari pemerintah Kabupaten Belu yang pertama kesehatan, yang kedua pendidikan dan lainnya semua menuju ke pemenuhan kebutuhan hidup dasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat", ungkap Bupati Belu.

Kegiatan pembinaan kader KPM ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 27–28 Oktober 2021. (jen). 

Berita Belu Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved