Berita Belu Bersinar

Sekda Belu Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah. Kita Masih  Pandemi Covid-19

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si mengingatkan masyarakat Kabupaten Belu agar jangan lengah karena kita masih dalam pandemi Covid-19. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
Ketua Umum Institut Karate-do Indonesia (Inkai) Cabang Belu Johanes Andes Prihatin, SE, M. Si 

Sekda Belu Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah. Kita Masih  Pandemi Covid-19

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA----Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si mengingatkan masyarakat Kabupaten Belu agar jangan lengah karena kita masih dalam pandemi Covid-19. 

Masyarakat harus patuhi protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Belu.  

Peringatan ini disampaikan Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si melalui pesan WA yang diterima Pos Kupang. Com, Rabu 27 Oktober 2021.

Mantan Kadis Kominfo Belu ini mengatakan, akhir-akhir ini, banyak kegiatan masyarakat yang tidak lagi menerapkan protokol kesehatan. Padahal, hampir setiap hari, Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Belu mengeluarkan rekomendasi untuk kegiatan masyarakat. 

“Hampir setiap hari Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Belu mengeluarkan rekomendasi untuk kegiatan masyarakat. Ini dengan pertimbangan kondisi PPKM di Kabupaten Belu dalam tiga kali assesment terakhir melalui instruksi Mendagri berada dalam level 2", kata Sekda. 

"Dalam kondisi ini pemerintah memang memberikan sedikit kelonggaran pada masyarakat agar bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk event-event olahraga, tetapi dengan syarat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat", sambung Jap Prihatin, sapaan akrab Sekda Belu. 

Lebih lanjut, Jap mengatakan, pesta boleh dilaksanakan dengan syarat, jumlah tamu 50 persen dari kapasitas ruangan, pengaturan tempat duduk, jaga jarak, tidak boleh dansa-dansa dan aktivitas lainnya yang mengabaikan protokol kesehatan. 

"Kita masih dalam pandemi Covid-19, tidak boleh lalai, karena jika kita lalai, bukan tidak mungkin jumlah kasus akan meningkat. Mari kita bersama-sama pemerintah dan masyarakat menjaga daerah ini sehingga kita bisa secepatnya kembali ke situasi normal", pinta Sekda Belu. 

Pemerintah juga menghimbau masyarakat yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 agar dapat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat atau tempat-tempat vaksin yang tersedia. Semakin banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin, semakin cepat kita memperoleh kekebalan kelompok (herd immunity) sebagai salah satu syarat memutus mata rantai penyebaran covid-19. 

Sesuai data Satgas Covid-19 sampai dengan Selasa 26 Oktober 2021 menunjukan, kasus aktif COVID-19 sebanyak 11. Dari jumlah itu, tiga pasien masih dirawat di RSUD Atambua sedangkan delapan pasien isolasi mandiri. Pasien karantina terpusat tidak ada. 

Data akumulatif orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu sampai dengan Selasa 26 Oktober 2021 sebanyak 1.761 orang, sembuh 1.706 orang, meninggal dunia 45 orang.

Untuk realisasi pelaksanaan vaksin di Kabupaten Belu terus bertambah setiap hari.

Data Satgas Penanganan COVID-19, Selasa 26 Oktober 2021 menunjukkan, jumlah penduduk yang telah menerima vaksin dosis satu 78.691 orang (49,3 persen), dosis dua 42,936 orang (26,9 persen) dan dosis tiga 771 orang (0,5 persen). Total sasaran vaksin sebanyak 159.682 orang

Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan vaksin agar sampai dengan akhir tahun, minimal 70-80 persen penduduk sudah menerima vaksin. (jen). 

Berita Belu Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved