Berita NTT
Jefri Riwu Kore Sebut Ada Dukungan Ganda di Musda Demokrat NTT
Salah satu calon, Jefri Riwu Kore Sebut Ada Dukungan Ganda di Musda Partai Demokrat NTT
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Proses musyawarah daerah ( musda) Partai Demokrat NTT ke IV mulai dilaksanakan. Dua kandidat beradu meraih dukungan DPC untuk merebut kursi kepemimpinan ketua DPD partai berlambang mercy ini selama lima tahun kedepan
Salah satu calon, Jefri Riwu Kore, menyebut dirinya didukung 12 DPC dari total 22 DPC yang ada. Seharusnya, kata Jefri, ada 13 DPC yang memberikan dukungan bagi dirinya.
"Memang ada satu dukungan yang disinyalir memberikan dukungan ganda, yaitu dari DPC Sumba Barat Daya, tetapi belum ada surat penarikan dukungan secara resmi. Jadi harusnya 13 melawan 9, tetapi kita belum tahu pasti, apakah Sumba Barat Daya menarik dukungan atau tidak," kata Jefri, Jumat 15 Oktober 2021.
Jefri mengaku dirinya optimis akan kembali terpilih menjadi pemimpin Demokrat NTT. Disebutkan Jefri, saat ini, yang dapat dipastikan dirinya memperoleh dukungan dari 12 DPC.
Baca juga: Musda IV Partai Demokrat NTT - Leo Lelo Siap Jika Dipercayakan DPP
"Artinya Dukungan untuk pihak Jefri Riwu Kore 12 Dukungan, dan 11 dukungan di pihak Leo Lelo," sebut Jefri.
Jefri juga mengakui, kemungkinan hanya ada dua figur yang akan diusulkan ke DPP. Secara aturan menurutnya, pendaftaran harus melalui DPD.
Jefri menambahkan, jika melihat secara aturan maka hanya ada satu figur yang mendaftar melalui DPD Demokrat NTT, sementara figur lain tidak mengikuti aturan tersebut.
"Tetapi tidak menjadi masalah, ini namanya demokrasi, jangan sampai karena mekanisme ini akhirnya terjadi perselisihan. Kita semua bersaudara, perbedaan itu hal biasa, perbedaan dalam politik dan pilihan itu menjadi hal biasa," tegasnya.
Baca juga: Soal Musda Demokrat NTT, Ini Kata Beny K Harman
Dia mengatakan, semua proses akan ditentukan oleh DPP. Musda ini, lanjut Jefri, hanya memverifikasi calon dan dukungan saja.
"Dukungan minimal 20 persen saja. Nanti diputuskan di DPP," ujarnya.
Kedua figur yang dinyatakan lolos dari musda, akan dilakukan uji kepatutan dan kelayakan di DPP, termaksud dinilai juga visi dan misi yang akan dikerjakan dan memenangkan Ketua umum, Agus Harimurti Yudhoyono di pemilu 2024.
Jefri menepis anjloknya raihan kursi DPRD kabupaten/kota dan DPRD. Baginya, situasi ini disebabkan politik nasional yang berdampak pada kerja partai di daerah.
"Kita belajar dari pengalaman yang lalu. Kita tauh kelemahan kita, juga suara kita jadi menurun. Bukan kemampuan kita juga, karena memang situasi politik nasional yang menyebabkan itu," tegasnya.
Dia menyebut justru perolehan kursi DPRD di Kota Kupang naik saat pemilu kali lalu.
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) Jefri Riwu Kore meminta para kader Partai Demokrat NTT untuk tetap solid menjaga kekompakan.
Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sebuah Musyawarah Daerah (Musda) adalah hal biasa dan lumrah terjadi.
“Saya meminta, mari kita ikuti Musda ini dengan niat tulus dan ikhlas, dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih. Apapun hasil Musda ini mari kita terima dengan lapang dada. Pada hakikatnya kita adalah satu. Kita adalah keluarga besar Partai Demokrat,” tegas Jeriko sapaan akrabnya di kantor sekretariat DPD Demokrat NTT, Kamis 14 Oktober 2021.
Jeriko juga menyampaikan, syukur bahwa Partai Demokrat masih tetap menjadi partai yang kritis, sehingga mendapat tempat di hati rakyat.
“Oleh karenanya mendapat tempat di hati rakyat sebagai partai besar yang peduli dan terus berbuat untuk rakyat,” kata mantan Anggota DPR RI due periode ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda IV, Stefanus Mira Manggi menjelaskan, kesiapan panitia menyongsong pelaksanaan musda sudah 90 persen.
“Secara keseluruhan panitia sudah bekerja maksimal dan persiapan sudah matang tingggal pelaksanaan musda besok,” ungkapnya.
Diakuinya, kepanitiaan telah bekerja sesuai tupoksinya masing-masing dan pelaksanaan musda akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Kita sudah berkoordinasi dengan tim gugus Covid-19 dan dinas Kesehatan Kota Kupang untuk membantu pelaksanaan musda dengan melakukan Rapid Test Antigen untuk setiap peserta Musda,” tandasnya.
Sebagai pelaksana Musda, kata Stef, Musda ini bukan akhir bagi pengurus dan kader Demokrat karena itu tetap jaga rumah bersama Demokrat. Menurutnya pertarungan sesungguhnya ada di 2024.
“Kami panitia mengharapkan semua kader dan pengurus yang mendukung calon A dan B sebagai kandidat ketua DPD Demokrat harus tahan diri dan colingdown dan mari sama-sama dukung panitia dalam menyukseskan musda,” imbuhnya. (*)