Breaking News:

Berita Sikka

Dosen Unipa Indonesia Beri Pandangan Penanganan Sampah di Maumere

Masalah sampah di Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka telah menjadi masaah klasik dan belum ada penanganan secara serius

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
SAMPAH-Sampah di Kota Maumere, Kabupaten Sikka sesudah hujan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM, MAUMERE-Masalah sampah di Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka telah menjadi masaah klasik dan belum ada penanganan secara serius oleh pemerintah daerah.

Terkait dengan masalah sampah yang menghantui penataan Kota Maumere, Dosen Fakultas Teknik Unipa Indonesia yang pernah melakukan penelitian tentang penataan kota memberikan pandangan dan pendapat terkait sampah di Maumere.

Kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Dosen Fakultas Teknik Unipa Indonesia, Yoseph Thobias Pareira, S.T, MUEP di Maumere, Jumat, 15 Oktober 2021 siang mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan pemerintah agar menangani sampah di Kota Maumere.

"Menurut saya, masalah sampah tidak ditanggap secara serius dan terkesan dibiarkan. Sudah jadi masalah serius baru ditangani. Proses penanganannya pasti sulit dan memakan biaya tidak sedikit.

Baca juga: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sikka Angkat Bicara Soal Penanganan Sampah

Kedua, pengaruhnya terhadap tata kota besar sekali. Lingkungan kota dapat terkesan tidak terawat dan tidak higienis dengan pengelolaan sampah yang kurang baik. Masalah yang mengikuti bisa saja masalah kesehatan," ujar Dodi, nama panggilan sang dosen.

Pria yang pernah melakukan penelitian dengan tema Master Of Urban and Environmental Planning ini menegaskan, dirinya ingin menyoroti 3 komponen terkait masalah sampah ini, pertama, sarana dan prasarana pengelolaan sampah kurang memadai antara lain kurang tersedia bak sampah yang mudah diakses di sekeliling kota, kurang terawat atau kurang pengontrolan berkala dan truk/mobil sampah yang wilayah layanannya tidak menyeluruh. Kedua, warga masyarakat yang masih salah dan kurang edukasi untuk penanganan sampah dan bahkan ada yang tidak peduli terhadap masalah ini.

Ketiga, dinas-dinas terkait sepertinya terkesan tidak serius menangani masalah sampah apalagi dengan kondisi sampah setelah hujan yang terjadi terus menerus.

Keempat, solusi terhadap masalah sampah ini menuntut kerjasama menyeluruh dari segala pihak. "Pemerintah, warga masyarakat dan pihak swasta harus berkerjasama dengan baik sehingga masalah sampah yang ada dapat diatasi dengan tepat. Bagaimana kualitas kehidupan kota dapat meningkat apabila kita hidup berdampingan dengan sampah yang tidak terurus dan belum ada penanganan yang serius," ungkap Dodi, yang kini mendapat beasiawa doktor.(*)

Baca Berita Sikka Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved