Breaking News:

Gelar Penguatan Kapasitas Media Massa, Kepala BNN Rote Ndao Raden Bogie Sebut Raffi Ahmad

Badan Narkotika Nasional ( BNN) Kabupaten Rote Ndao Raden menggelar kegiatan penguatan kapasitas media massa

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
POS-KUPANG.com
Kepala BNN Rote Ndao Raden Bogie membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Media Mewujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkoba 

"Pengguna narkoba kita 1,3 juta orang," katanya.

Dalam pemaparannya, Bogie menjelaskan sindikat narkoba memiliki sejumlah ahli seperti ahli kimia, farmasi dan sebagainya.

"Hal ini untuk mencari turunan dari zat-zat terbaru sehingga tidak terdeteksi, atau karena golongan narkotika baru, ia belum diatur undang-undang," katanya.

Raden Bogie kemudian menjelaskan dalam kasus Raffi Ahmad.

"Dalam kasus Raffi Ahmad, tidak bisa langsung ditangkap karena belum diatur. Akhirnya kita pakai Permenkes," kata dia.

Bogie menjelaskan Raffi Ahmad pada 2013 lalu, mengkonsumsi jenis narkoba cathinone (katinon).

Seperti diketahui, Katinon merupakan senyawa yang dihasilkan dari tumbuhan.

Zat tersebut biasa digunakan untuk meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh ternak.

Namun, saat ini zat tersebut telah banyak dikonsumsi manusia karena fungsinya setara dengan amphentamin, jenis narkotik yang biasa digunakan di Tanah Air.

Untuk Indonesia, peredaran barang tersebut belum dikategorikan sebagai narkotik dan lazim digunakan untuk ternak.

Barang tersebut masuk dari luar negeri berberengan dengan proses importase hewan ternak.

Akibatnya, banyak petugas meloloskan barang tersebut.

"Karena memang ditujukan buat hewan, bukan untuk manusia," ujarnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved