Berita Kota Kupang
LT Pro dan Dewi Lamabelawa Adakan Workshop Wedding MakeUp Look
sedikit saja emosi maka akan terlihat pada hasil make up yang lebih teball mulai dari alis, blush on, complexion dan foundation.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
" Bicara make up berarti bicara latihan, praktek dan rasa. Kalau kamu tidak praktek tanganmu tidak akan bisa halus untuk bisa menghasilkan satu karya yang baik di kanvas wajahnya orang,"kata ketua Biro MUA Pappri NTT ini.
Dewi berharap, dengan ilmu yang dibagikan saat ini para peserta bisa mengaplikasikan dengan baik dan juga bisa share ke teman - teman lain yang tidak sempat hadir.
Baca juga: Kota Kupang Tanpa Zona Merah Covid-19, 21 Kelurahan Sudah Kategori Zona Hijau
Dewi sendiri merasa senang jika apa yang dimilikinya bisa bermanfaat bagi orang lain.
Pihak LT Pro Dewi Rochma Agustin dalam kesempatan yang sama mengatakan, konsep seperti ini sebenarnya merupakan program kerja yang sudah lama dan program live adalah program baru karena pandemi.
"Kebetulan saya juga baru ketemu dengan bunda Dewi Lamabelawa dan kita klop satu pemikiran, jadi kita ngobrol apa itu kita connect dan kedepan memang ada banyak event cuma karena pandemi agak mundur sedikit," kata Dewi.
"Mudah - mudahan sudah mulai membaik sehingga project kita bisa terealisasi," lanjutnya.
Salah satu peserta Rita Doren (29) mengatakan, dia tak merasa rugi meskipun harus berangkat dari Adonara ke Kupang untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Dia mengatakan mendapat informasi kegiatan ini dari media sosial Dewi Lamabelawa karena sering mengikuti live di media sosial. Dia mengakui selama ini berniat untuk mengikuti kelas - kelas privat namun karena biaya yang cukup besar, niat Rita belum kesampaian.
Baca juga: Implementasi Program Bangga Kencana: Francisca Berharap Stunting Nol di Kota Kupang
Sebagai sarjana Matematika, Rita mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan sehingga lebih memilih mengembangkan diri dibidang make up dengan dukungan sang suami.
Sebelumnya Rita sudah pernah mengikuti kegiatan serupa kerjasama pemerintah Flores Timur dengan IWAPI tahun 2018. Tahun 2019 Rita mulai membeli alat dan pada bulan Mei 2019 dia mulai merias orang.
"Itu juga karena setiap kali acara tetangga biasa panggil untuk make up," ungkapnya.
Bagi Rita, upgrade ilmu dari tahun 2018 ketahin 2021 sangat banyak sehingga dia tidak merasa rugi membayar biaya kegiatan dan juga transportasi.
"Justru saya rugi kalau tidak ikut," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kegiatan-workshop-wedding-makeup-look.jpg)