Breaking News:

Berita Kota Kupang

Implementasi Program Bangga Kencana: Francisca Berharap Stunting Nol di Kota Kupang

Implementasi Program Bangga Kencana: Francisca Johana Berharap Stunting Nol di Kota Kupang

Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM
Jurnalis Pos Kupang Ani Toda bersama Kepala DPPKB Kota Kupang drg Francisca Johana dalam program rutin Ngobrol Asyik 

POS-KUPANG.COM-Pertumbuhan penduduk di Kota Kupang harus sejalan dengan peningkatan kualitas penduduk. Hal yang paling penting adalah mengedukasi masyarakat Kota Kupang mulai dari keluarga.

DPPKB Kota Kupang Kota tidak tinggal diam mewujudkan cita-cita pertumbuhan penduduk yang seimbang dengan keluarga berkualitas. DPPKB Kota Kupang menginisiasi program Bangga Kencana yaitu satu program yang fokus mewujudkan keluarga berkualitas. Kegiatan ini merupakan implementasi pemerintah dalam upaya membentuk keluarga berkualitas dan penduduk yang tumbuh seimbang.

Menurut Kepala DPPKB Kota Kupang drg.Francisca J.H.Ikasasi kepada Pos Kupang, Jumat (8/10) di acara Ngobrol Asyik yang dipandu wartawan Pos Kupang Ani Eno Toda, untuk menyukseskan program tersebut Dinas BKKBN Kota Kupang sudah melakukan banyak hal dan sudah banyak manfaatnya dari sisi kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan sosial budaya.

Kalau dulu dengar Dinas Keluarga Bencana (KB) padahal sudah berubah nomenklatur pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Nah, dulu yang didengar dinas KB itu konotasinya pil, suntik dan kondom.

Baca juga: Cegah Stunting, Kepala SMKN 1 Kupang Serahkan Bantuan Susu dan Telur Bagi Siswa

Mindset ini yang harus diubah. Padahal kita tidak mengurus pil, kondom dan suntik, kita mengurus keluarga. Tidak hanya urus kesehatan saja tapi bagaimana dari sisi ekonomi, sosial dan budaya. Intinya keluarga.

Bentuk edukasi yang dilakukan BKKBN adalah bagaimana membina keluarga, peningkatan kesehatan ibu dan anak terutama dalam kaitan dengan stunting yang harus dihilangkan di NTT khususnya di Kota Kupang.

Selama pandemi tren stunting di Kota Kupang ada kenaikan sedikit. Jadi DPPKB mengedukasi program Bangga Kencana, terutama ibu hamil dan ibu menyusui dalam bentuk pembinaan 3 Bina yakni Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia.

"Kita mulai mengurus dari sebelum lahir sampai lansia. Kenapa begitu? Kita mengurus keluarga. Keluarga itu kan sejak sebelum lahir. Janin yang ada dalam ibu yang mengandung kita urus, melahirkan kita urus. Kita edukasi ke kelompok 3 bina ini. jadi meskipun sudah lansia tapi mereka masih harus produktif," ujar drg Francisca.

Baca juga: Bantu Penanganan Stunting di NTT IPB Buat Biskuit dari Tepung Lele

Dijelaskan, tujuan dari program bangga kencana adalah mewujudkan keluarga yang berkualitas dan penduduk yang seimbang. Artinya, kalau mau mempunyai keluarga yang berkualitas berarti hal-hal negatif disingkirkan.

Lalu bagaimana penduduk tumbuh seimbang? Karena pertumbuhan penduduk dengan laju pertumbuhan yang cukup tinggi tapi tidak didukung sumber daya lain yang mendukungnya, maka akan jadi masalah. Tentu saja pemerintah yang berkompeten di bidang ini akan kalang kabut di semua sektor.

Indikatornya lanjut Francisca , ada dua bagaimana cara mengendalikan kualitas dan kuantitas penduduk. Diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

"Kalau mau keluarga berkualitas tentu saja angka kemiskinan sekecil mungkin, bila perlu angka stunting juga harus nol. Ini yang harus kita atasi. Pemkot Kupang cukup berusaha supaya kualitas juga harus bagus," tambahnya.

Beberapa tahun terakhir perkembangan cukup pesat termasuk laju pertumbuhan penduduk. Kita ingin ciptakan Kota Kupang ini menjadi kota yang berkualitas penduduknya.

Program Bangga Kencana ini sudah berlangsung di Kota Kupang sebelum tahun 2017. Tentunya ada satu terobosan yaitu dengan dibantu pemerintah pusat dengan program Kampung KB (Keluarga Berkualitas). Di Kota Kupang sudah ada 7 pilot project Kampung KB di enam kecamatan. (ricko wawo)

Baca Berita NTT Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved