Berita Kota Kupang
LT Pro dan Dewi Lamabelawa Adakan Workshop Wedding MakeUp Look
sedikit saja emosi maka akan terlihat pada hasil make up yang lebih teball mulai dari alis, blush on, complexion dan foundation.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Make Up Artist (MUA) Dewi Lamabelawa bersama LT Pro menyelenggarakan kegiatan workshop Wedding Make Up Look, Senin, 11 Oktober 2021.
Workshop diselenggarakan di Celebes Resto Kupang dalam 2 sesi. Sesi pertama adalah demo oleh narasumber Dewi Lamabelawa dan sesi kedua praktek oleh peserta dengan model masing - masing.
Dewi Lamabelawa dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan ini sebenarnya direncanakan sebelum pandemi menyerang tapi baru terlaksana saat ini.
"Mengingat di Kupang ini kan jarang ada workshop - workshop seperti ini dan saya rasa kegiatan seperti ini lebih tepat sasaran karena banyak peserta di sini yang tidak mengerti arti dari workshop itu apa jadi mereka berpikir ini lomba bagi MUA - MUA pemula," jelas Dewi.
"Saya bilang ini bukan lomba tapi lebih ke sharing ilmu yang kalian bisa langsung praktek dimana ada seorang MUA yang mendemokan make up sesuai dengan judul tema workshop it sendiri kemudian kalian bisa mengambil teknik - tekniknya di situ dan kalian bisa langsung praktek," tambahnya.
Baca juga: 84 Pasien di Kota Kupang Saat ini Sedang Lakukan Perawatan
Lanjut Dewi, kelas workshop wedding look ini sebenarnya untuk MUA profesional dalam mengupgrade ilmu tapi ternyata yang daftar banyak juga pemula yang mau mengikuti sehingga diputuskan untuk menerima juga MUA pemula karena ada juga teknik - teknik dasar yang bisa ambil dan dipakai untuk terjun ke dunia MUA.
Menurut Dewi, saat ini workshop memang banyak di youtube danl ilmu bisa diambil dari situ tetapi perbedaannya adalah ketika menonton praktek tanpa didampingi hasilnya berbeda karena ketika melakukan kesalahan tidak ada koreksi.
"Tapi kalau di workshop ini mereka praktek langsung melihat jadi ada coach yang melihat dan mereka bisa bertanya langsung. Nilai plusnya di situ," ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, kebanyakan MUA pemula di Kupang cepat puas dengan apa yang mereka miliki.
"Jadi dalam pikirannya mereka itu, oh saya kan sudah pegang pengantin sudah ah. Toh saya kita sudah dapat penghasilan dari situ. Padahal make up ini kan berkembang. Kamu harus punya ciri khas tapi kamu pun harus bisa mengcreate look yang berbeda - beda sehingga ketika ada calon klien yang meminta kamu untuk make up, minta look seperti ini kamu bisa," ujarnya.
Baca juga: Implementasi Program Bangga Kencana: Francisca Berharap Stunting Nol di Kota Kupang
Dewi juga menegaskan jangan sampai membohongi klien karena make up harus memakai hati dan rasa. Jika ada sedikit saja emosi maka akan terlihat pada hasil make up yang lebih teball mulai dari alis, blush on, complexion dan foundation.
"Kalau kita make upnya pakai hati, pakai rasa semua akan terlihat smooth dan halus walaupun pake 3 layer bulu mata tapi tetap terlihat natural. Nah itu teknik - teknik yang belum didapat sama pemula maupun yang profesional. Ada banyak teknik baru yang mereka belum tahu sehingga mereka mengupgrade ilmu dengan mengikuti workshop seperti ini," kata Dewi.
"Dengan momen seperti ini ayo kita buat momen weddingnya seseorang itu benar - benar bagus jadi tidak sekedar kamu ambil foundation kamu tempel di wajahnya orang tapi bagaimana kamu membuat supaya klien puas terlihat cantik dihari bahagianya," lanjutnya.
Dijelaskan Dewi, make up tidak hanya sekedar memilih warna dan memoles lalu selesai. Ada banyak detail yang harus dipahami sehingga ketika make up, seorang MUA bisa memiliki ciri khas yang membedakannya dengan orang lain.
" Bicara make up berarti bicara latihan, praktek dan rasa. Kalau kamu tidak praktek tanganmu tidak akan bisa halus untuk bisa menghasilkan satu karya yang baik di kanvas wajahnya orang,"kata ketua Biro MUA Pappri NTT ini.
Dewi berharap, dengan ilmu yang dibagikan saat ini para peserta bisa mengaplikasikan dengan baik dan juga bisa share ke teman - teman lain yang tidak sempat hadir.
Baca juga: Kota Kupang Tanpa Zona Merah Covid-19, 21 Kelurahan Sudah Kategori Zona Hijau
Dewi sendiri merasa senang jika apa yang dimilikinya bisa bermanfaat bagi orang lain.
Pihak LT Pro Dewi Rochma Agustin dalam kesempatan yang sama mengatakan, konsep seperti ini sebenarnya merupakan program kerja yang sudah lama dan program live adalah program baru karena pandemi.
"Kebetulan saya juga baru ketemu dengan bunda Dewi Lamabelawa dan kita klop satu pemikiran, jadi kita ngobrol apa itu kita connect dan kedepan memang ada banyak event cuma karena pandemi agak mundur sedikit," kata Dewi.
"Mudah - mudahan sudah mulai membaik sehingga project kita bisa terealisasi," lanjutnya.
Salah satu peserta Rita Doren (29) mengatakan, dia tak merasa rugi meskipun harus berangkat dari Adonara ke Kupang untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Dia mengatakan mendapat informasi kegiatan ini dari media sosial Dewi Lamabelawa karena sering mengikuti live di media sosial. Dia mengakui selama ini berniat untuk mengikuti kelas - kelas privat namun karena biaya yang cukup besar, niat Rita belum kesampaian.
Baca juga: Implementasi Program Bangga Kencana: Francisca Berharap Stunting Nol di Kota Kupang
Sebagai sarjana Matematika, Rita mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan sehingga lebih memilih mengembangkan diri dibidang make up dengan dukungan sang suami.
Sebelumnya Rita sudah pernah mengikuti kegiatan serupa kerjasama pemerintah Flores Timur dengan IWAPI tahun 2018. Tahun 2019 Rita mulai membeli alat dan pada bulan Mei 2019 dia mulai merias orang.
"Itu juga karena setiap kali acara tetangga biasa panggil untuk make up," ungkapnya.
Bagi Rita, upgrade ilmu dari tahun 2018 ketahin 2021 sangat banyak sehingga dia tidak merasa rugi membayar biaya kegiatan dan juga transportasi.
"Justru saya rugi kalau tidak ikut," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kegiatan-workshop-wedding-makeup-look.jpg)