KKB Papua

Petugas Kesehatan di Pegunungan Bintang Belum Nyaman Pasca Serangan KKB Papua di Kiwirok 

Para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua belum merasa nyaman dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Editor: Agustinus Sape
Youtube/Kompas TV
Helikopter TNI yang mengevakuasi sembilan tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok Pengunungan Bintang Papua tiba di Jayapura, Sabtu 18 September 2021. 

Tenaga Kesehatan di Pegunungan Bintang Belum Nyaman Pasca Serangan KKB Papua di Kiwirok 

POS-KUPANG.COM - Para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua belum merasa nyaman dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Meskipun tidak semua tenaga kesehatan yang meninggalkan wilayah ini, namun dalam bebas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat termasuk pelayanan imunisasi.

Seperti diketahui, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebelumnya menyerang puskesmas dan tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok.

Setelah aksi serangan tersebut, pemberian imunisasi di Pegunungan Bintang (Pegubin) mengalami kendala.

Kepala Puskesmas Oksibil, Ida Tiku Seleng saat memberikan pelayanan imunisasi di SD YPPK Santa Lusia dan SD Balil di Pegunungan Bintang mengakui hal itu.

"Keadaan di sini kurang kondusif karena kasus yang lalu (penyerangan nakes).

Sekarang saja kami waswas melakukan pelayanan," kata Ida, Rabu 6 Oktober 2021, melansir Tribun Papua.

Baca juga: KKB Papua Brutal di Kiwirok, Tokoh Masyarakat Buka Suara, Sebut Lamek Taplo Cs Terkutuk

Ida mengatakan, pihaknya merasa takut tetapi ada kerinduan untuk memberikan pelayanan dengan tulus kepada masyarakat setempat.

"Nyawa itu penting. Kami selalu rindu pelayanan, makanya pelayanan tetap berjalan meski di dalam gedung. Posyandu pun tetap berjalan tetapi penuh kewaspadaan,"ujarnya.

Ida meminta dukungan dari tokoh adat dan tokoh agama dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan agar tenaga kesehatan merasa aman.

"Kami tidak bisa jalan sendiri apalagi situasi begini khususnya kami di Pegubin. Kami butuh keamanan yang bisa bantu kami," katanya.

Selain itu, Ida menyebut saat memberikan imunisasi di salah satu SD tersebut sempat menimbulkan pro dan kontra.

"Kemarin kami imunisasi, ada satu orang tua datang ke kami dan menanyakan tadi diimunisasi apa dengan lantang.

Setelah kami jelaskan baik-baik baru mereka terima. Disangkanya yang kami suntikkan tadi vaksin Covid-19," ujarnya.

Baca juga: Situasi Terkini Kiwirok Usai Serangan Brutal KKB Papua, Pelaksanaan Kegiatan Ini Terkendala

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved