Breaking News:

Berita Rote Ndao

Kurangi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan-Anak, Pemkab Rote Ndao Kerja Sama dengan Yayasan SSP

Kurangi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Pemkab Rote Ndao Kerja Sama dengan Yayasan SSP

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
PKS - Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bulu, S.E, melakukan PKS dengan DIrektur Yayasan SSP, Ir. Rambu Atanau-Mella didampingi Wakil Bupati, Stefanus M. Saek, S.E, M.Si; Sekda, Drs. Jonas Selly, M.M; Asisiten 1, Ir. Untung Hardjito; Kadis P3AP2KB, Regina Kedoh dan Kabag Hukum, Hangry Mooy, S.H, M.Si di Ba'a, ibukota kabupaten, Rabu, 6 Oktober 2021. 

POS-KUPANG.COM, BAA- Untuk meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao ( Pemkab Rote Ndao) bekerja sama dengan Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP) Kabupaten TTS.

nelakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Kemitraan dan Sinergi Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. PKS ini dilakukan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, S.E dan Direktur Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SPP), Ir. Rambu Atanau- Mella di ruang kerja Bupati Rote Ndao, Rabu, 6 Oktober 2021.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Rote Ndao, Regina Kedoh usai penandatanganan PKS menjelaskan bahwa perkembangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Rote Ndao pada beberapa tahun terakhir cukup tinggi.

Menurutnya, pada tahun 2020 terjadi 91 kasus dan sampai dengan September 2021 tercatat 39 kasus.

Baca juga: Kadin Indonesia Bantu Tabung Oksigen kepada Pemkab Rote Ndao

Dengan kondisi ini pihaknya memandang sangat urgen untuk melakukan kerja sama dengan Yayasan SSP Kabupaten TTS yang sudah berpengalaman dalam melakukan pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sementara itu Direktur Yayasan SSP, Rambu Atanau- Mella mengatakan, awalnya, yayasan yang dipimpinnya fokus pada kesetaraan gender, namun dalam perjalanan lebih mengerucut pada penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, seiring dengan peningkatan jumlah kasus yang sangat tinggi.

Karena itu program prioritas adalah pendampingan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak baik litigasi maupun nonlitigasi.

Menurutnya, pengalaman Yayasan SSP dalam kiprahnya telah melakukan pendampingan di Kabupaten TTS, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Yayasan ini menginisiasi pembentukan Pusat Krisis Perempuan dan Anak yang dikenal denga nama Rumah Perempuan. Sekarang, model pendekatan ini akan dikembangkan di Kabupaten Rote Ndao dan Alor.

Melalui kerja sama dengan Pemkab Rote Ndao akan menjadi pola baru karena selama ini kerja sama yang dilakukan adalah dengan sesama LSM.

Hal lain adalah Pemkab melalui Dinas P3AP2KB telah mempunyai program yang sama dengan Yayasan SSP. Karena itu pula pihaknya mendapat sambutan dan dukungan yang luar biasa atas penjajakan kemitraan dan sinergi melalui dinas terkait.

"Kami merasa Ibu Bupati dan jajarannya sangat luar biasa. Kami berharap ke depan, kemitraan dan sinergi dalam upaya dan penanganan terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Rote Ndao dapat berjalan langgeng," katanya. (*/pol)

Baca Berita Rote Ndao Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved