Breaking News:

Berita TTS

Anggota DPRD TTS Jean Dapat Program Asimilasi Rumah, Bolehkah  Berkantor?

Kepala Rutan Soe, Kepala Rutan Kelas II B Soe, Nixon G.L.Osingmahi,S.Sos.,M.Hum menjelaskan, Jean Neonufa, anggota DPRD Kabupaten TTS yang divonis 8 b

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Suasana sidang putusan terhadap kasus dugaan pelanggaran kesusilaan dengan terdakwa Jean Neonufa di Pengadilan Negeri Soe. 

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Kepala Rutan Soe, Kepala Rutan Kelas II B Soe, Nixon G.L.Osingmahi,S.Sos.,M.Hum menjelaskan, Jean Neonufa, anggota DPRD Kabupaten TTS yang divonis 8 bulan penjara dalam kasus dugaan pelecehan seksual mendapatkan program asimilasi rumah usai menjalani lebih dari setengah masa hukumannya.

Namun dirinya menegaskan, Jean Neonufa belum diperbolehkan untuk berkantor. Jean boleh berkantor jika seijin ketua partai.

" Sesuai Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021 tentang asimilasi rumah, Jean sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan program tersebut. Di antaranya bukan terpidana kasus korupsi dan narkoba, di vonis 8 bulan dan sudah menjalani hukuman lebih dari setengah. Namun untuk sementara Pak Jean belum boleh berkantor. Dia boleh berkantor jika ada ijin dari partai," tegasnya.

Dirinya mengaku kaget saat mendapat informasi jika Jean sudah berkantor. Dirinya langsung menghubungi Jean untuk mengingat agar tidak boleh berkantor selama masa asimilasi rumah. Jean boleh berkantor jika sudah ada ijin dari ketua partai.

Selain menghubungi Jean, Ia juga menghubungi ketua DPD Nasdem Kabupaten TTS, Army Konay untuk mengingatkan terkait status Jean yang mendapatkan program asimilasi rumah. 

Baca juga: PON XX Papua, Dua Pesilat NTT Tampil Lawan Sulawesi Selatan

Jean bisa saja dijemput kembali ke rutan jika melakukan perbuatan melawan hukum.

" Saya sudah telepon dan ingatkan langsung pak Jean untuk jangan dulu berkantor," tegasnya. 

Ketua DPD Nasdem Kabupaten TTS, Jhony Army Konay mengatakan, dirinya akan segera membangun komunikasi dengan kepala rutan terkait hak-hak Jean selama menjalani masa asimilasi rumah. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan jean.

" Saya koordinasi dulu dengan pak Karutan," ujarnya singkat.

Untuk diketahui, Jean ditahan di Rutan Kelas II B Soe terhitung tanggal 3 Mei 2021. Sidang putusan terhadap kasus dugaan pelanggaran kesusilaan tersebut berlangsung pada Kamis 9 September 2021 di Pengadilan Negeri Soe.

Sidang putusan dipimpin Ketua Majelis Hakim, John Leuwol didampingi hakim anggota Anwar Rony Fauzi dan Bagas BN Satata menjatuhkan vonis Hukuman 8 bulan kurungan penjara dipotong masa penahanan dan diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000. Jean terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada disitu bertentangan dengan kehendaknya melanggar Kesusilaan yang diatur Pasal 281 ke 2 KUHP. 

Jean yang dihubungi terpisah membenarkan telah dihubungi Kepala Rutan Soe. Dirinya siap mengikuti aturan asimilasi rumah.
" Saya siap ikut aturan asimilasi rumah," ujarnya singkat. (din)

Berita TTS Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved