Berita Pemprov NTT
Gubernur NTT Resmikan Assessment Center dan Launching Penilaian Kompetensi Berbasis CAT
BKD juga akan melakukan uji coba penerapan virtual assessment center sebagai salah satu bentuk inovasi daerah.
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG--Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT semakin menegaskan upaya inovatif untuk melakukan reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan melakukan peresmian Assessment Center dan launching penilaian kompetensi berbasis CAT.
Peresmian dilakukan oleh Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, di Gedung Assessment Center (Lantai 1 Aula El Tari), Senin 4 Oktober 2021.
“Penilaian kompetensi berbasis CAT merupakan wujud komitmen kami untuk lebih mengefektifkan layanan kepegawaian dan mempercepat pemenuhan target penilaian kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi NTT," kata Henderina.
Untuk mendukung hal tersebut, BKD sudah mengadakan tambahan 50 unit komputer sehingga total yang tersedia saat ini 75 unit.
Selain itu, pada tahun ini juga sedang dikembangkan Aplikasi SIKOMJA untuk mengintegrasikan seluruh hasil penilaian dan memanfaatkannya untuk manajemen talenta dalam rangka mempercepat penerapan merit system atau managemen kepegawaian yang berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja.
Baca juga: Pemprov NTT Kerja Sama Dengan Unwira Kupang, Ini Pesan Gubernur NTT
Dalam rangka memperluas jangkauan layanan penilaian kompetensi ASN provinsi yang tersebar di wilayah kab/kota, BKD juga akan melakukan uji coba penerapan virtual assessment center sebagai salah satu bentuk inovasi daerah.
“Berbagai sarana prasarana, fasilitas dan sistem penunjang kegiatan assessment center maupun pemanfaatan hasilnya, secara bertahap terus kami lengkapi," ucapnya.
Di antaranya, SIREKON (Sistem Elektronik Permohonan Rekomendasi Gubernur) untuk mempermudah kabupaten kota dalam menyampaikan permohonan penerbitan rekomendasi Gubernur.
Dimaksudkan juga mengenai pelantikan ataupun mutasi pejabat yang menjadi kewenangan Gubernur, dan SIPASTE (Sistem Pendaftaran Administrasi Seleksi Terbuka) untuk mempermudah peserta seleksi JPT dalam menyampaikan kelengkapan administrasi yang disyaratkan.
“SIKOMJA, SIREKON, dan SIPASTE merupakan tiga dari belasan inovasi yang disumbangkan BKD untuk Indeks Inovasi Daerah Provinsi NTT,” jelasnya.
Baca juga: Pemprov NTT Merevisi Pendapatan Turun Sebesar 6,4%, Implikasi dan Solusinya
Henderina menginformasikan bahwa BKD telah bekerja sama dengan BPSDM Provinsi NTT dan OPD yang stafnya telah dinilai untuk menindaklanjuti hasil penilaian, dengan merancang program pengembangan berbasis kompetensi.
Langkah ini, diharapkan mampu mendorong percepatan peningkaan kualitas/kompetensi ASN, minimal agar sesuai dengan standar kompetensi yang disyaratkan oleh jabatan yang diduduki.
“Jika seluruh ASN sudah dipetakan profil komptensinya, maka ke depan akan lebih mudah bagi kami menyusun program pengembangan kompetensi dan menyiapkan pool of talent yang dapat digunakan oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mendukung perwujudan visi dan misi di berbagi sektor," kata Henderina menjelaskan.
Dia mengaku dengan dukungan gubernur dan wakil gubernur serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, ia berharap Assessment Center bisa menjadi center of excellence bukan hanya di wilayah provinsi NTT tetapi juga untuk kawasan Indonesia Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/peresmianassessment-center-dan-launching.jpg)