Breaking News:

Berita Belu

Bupati Belu Harap Kerja Tim AMP Membuahkan Hasil

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD mengharapkan tim Audit Maternal-Perinatal Surveilans dan Respon ( AMP-SR) bekerja dengan baik

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD memberikan sambutan pada acara pembentukan Tim AMP-SR, di Hotel Kingstar Atambua, Kamis 30 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD mengharapkan tim Audit Maternal-Perinatal Surveilans dan Respon ( AMP-SR) dapat bekerja dengan baik dan membuahkan hasil.

Pembentukan tim APM-SR merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir serta dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Bupati Belu menyampaikan hal itu ketika membuka kegiatan pembentukan Tim Audit Maternal Perinatal-Surveilans dan Respon (AMP-SR) Kabupaten Belu, di Aula Hotel Kingstar Atambua, Kamis 30 September 2021.

Menurut Agus Taolin, pembentukan tim AMP selalu diikuti dengan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, menyatukan konsep dan pikiran serta rencana aksi.

Baca juga: Bupati Belu Berharap Tim KPSDA Terus Bersinergi

"Ini adalah pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia, menyatukan konsep dan pemikiran untuk kita maju bersama sehingga tahun depan harus ada hasilnya", harap Bupati Belu.

Dokter spesialis penyakit dalam ini mengemukakan, Kementerian Kesehatan memiliki rencana strategis pembangunan di bidang kesehatan 2020-2024 antara lain
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir.

Pelayanan kesehatan tersebut bertujuan untuk memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga mampu menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat dan melahirkan bayi yang sehat.

Dengan pelayanan kesehatan yang berkualitas bisa mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pasalnya, saat ini AKI dan AKB masih tinggi di Indonesia.

Baca juga: Bupati Belu Tugaskan Yeani Lalo Jadi Kuasa Hukum Frans Manafe dan Andreas Asa

Kata Bupati Belu, angka kematian ibu dan bayi bukan satu-satunya indikator kesehatan ibu dan anak tetapi masih ada yang lain seperti, tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, efisien dan efektifitas dalam pengelolaan program kesehatan.

Salah satu metode yang digunakan adalah AMP-SR. Ini merupakan upaya penilaian pelaksanaan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi yang mencakup sistem pelaporan, identifikasi faktor-faktor penyebab kematian hingga menghasilkan suatu rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

"Dengan melaksanakan AMP-SR diharapkan jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir yang terlaporkan meningkat, kualitas pengumpulan informasi terkait kematian menjadi lebih baik, dapat mengidentifikasi penyebab kematian dan faktor-faktor yang berkaitan dengan kematian melalui pengkajian yang berkualitas, menghasilkan rekomendasi yang terukur dan mampu dilaksanakan serta diikuti dengan komitmen tindak lanjut", terang Agus Taolin.

Bupati Belu mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Belu demi mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif.

Kegiatan ini dihadiri SPM Momentum Cluster Timor, Distrik Koordinator Momentum USAID Kabupaten Belu, Pimpinan OPD, Dirut RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu serta tokoh masyarakat. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved