Breaking News:

Berita Belu

Bupati Belu Tugaskan Yeani Lalo Jadi Kuasa Hukum Frans Manafe dan Andreas Asa

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD menugaskan Plt. Kepala Bagian Hukum Setda Belu, Rosalia Yeani Lalo, SH sebagai penasihat hukum

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Plt. Kepala Bagian Hukum Setda Belu, Rosalia Yeani Lalo, SH 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD menugaskan Plt. Kepala Bagian Hukum Setda Belu, Rosalia Yeani Lalo, SH sebagai penasihat hukum dari Pj. Sekda Belu, Frans Manafe dan Plt Kepala BKPSDMD Kabupaten Belu, Andreas Bere Asa.

Sebelumnya, Frans Manafe dan Andreas Bere Asa dilaporkan ke polisi oleh lima orang Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang sebelumnya dinonjobkan oleh Bupati Belu.

Kelima ASN eselon II yang dinonjobkan dari jabatan yakni, Anton Suri (Kepala BKPSDMD), Alfredo Pires Amaral ( Asisten III), Marsel Mau Meta (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), R.Th Jossetyawan Manek (Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu) dan Marius Loe (Kepala Badan Kesbangpol).

Kasus ini sudah sampai tingkat persidangan di Pengadilan Negeri Atambua dan tergugat meminta pendampingan hukum dari Pemerintah Kabupaten Belu.

Baca juga: Atasi Stunting, Wakil Bupati Belu Minta Kurangi Teori Tapi Aksi

Ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Rabu 15 September 2021, Plt. Kabag Hukum Setda Belu, Rosalia Yeani Lalo menjelaskan, dirinya mendapat disposisi dari Bupati Belu untuk bertindak sebagai penasihat hukum tergugat satu Pj. Sekda Belu, Frans Manafe dan tergugat dua Plt Kepala BKPSDMD Kabupaten Belu, Andreas Bere Asa.

"Mereka membuat surat permohonan kepada Bupati terus Pak Bupati mendisposisikan ke saya selaku Kabag Hukum untuk mendampingi atau sebagai kuasa hukum tergugat satu dan dua. Saya punya legal standing yang dapat dipertanggungjawabkan", kata Yeani.

Sebagai penasihat hukum, Yeani siap mendamping tergugat dalam proses persidangan di PN Atambua melawan penggugat.

Meski laporan kelima ASN lebih fokus pada dugaan pencemaran yang dilakukan kliennya, namun dalam narasi laporannya secara tidak langsung mereka mengakui Frans Manafe dan Andreas Bere Asa sebagai pejabat tata usaha negara yang melakukan proses administrasi hingga kelima ASN dinonjobkan.

Baca juga: Bupati Belu Bantu Layani Pasien di Rumah Sakit Atambua

Dari materi yang disampaikan penggugat, Yeani berpendapat materi gugatan perdata dari penggugat terlalu dini atau prematur.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved