Breaking News:

Berita Kota Kupang

Albert Riwu Kore Bantah Gelapkan Sertifikat, Ancam Pidanakan Chris Liyanto

Albert Riwu Kore, notaris di Kota Kupang, membantah menggelapkan 9 sertifikat milik BPR Christa Jaya Kupang

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Albert Riwu Kore (baju hitam) saat menggelar jumpa pers 

Dia menerangkan, dampak hukum yang dialami adalah, tanda terima yang dipegang pihak BPR Christa Jaya tidak lagi berlaku, karena mereka telah mengijinkan untuk mengeluarkan sertifikat induk, untuk dilakukan pemecahan.

"Tanda terima yang dipegang oleh Christa Jaya tidak berlaku lagi. Karena atas ijin dia, sertifikat induk itu dikeluarkan untuk dilakukan pemecahan. Sehingga tanda terima yang awal dikasih ke kita itu menjadi gugur sebenarnya," ujar Albert Riwu Kore.

Dari sertifikat induk, dilakukan pemecahan menjadi 18 buah sertifikat, dan tiga dinataranya dijual oleh BPR Christa Jaya sesuai rencana awal mereka. "Kalau mereka jual, berarti pemecahan sertifikat itu telah disetujui oleh BPR Christa Jaya sendiri," jelasnya.

Sementara 15 sertifikat lainnya, 9 diantaranya diambil oleh debitur Rafi atas izin BPR, dan 6 lainnya diambil langsung oleh pihak BPR Christa Jaya Kupang melalui stafnya, tanpa sepengetahuan Albert Riwu Kore.

"Setelah ada komplain dari BPR Christa Jaya terkait 9 sertifikat lainnya, baru saya tahu sertifikat itu diambil oleh debitur Rafi," ungkap Albert Riwu Kore.

Atas itikad baik, Albert kemudian memanggil debitur Raffi, dan mempertemukan dengan Pimpinan BPR Christa Jaya Chris Liyanto untuk menanyakan perbuatan Rafi terkait pengambilan 9 buah sertifikat dari stafnya.

"Saya bilang ke Chris Liyanyo bahwa ada orang yang mengambil sertifikat. Kalau memang menjadi masalah, maka saya akan laporkan ke polisi. Dan dia katakan bahwa, ini masalah antara kreditur dan debitur. Pak Albert tidak usa ikut campur," jelasnya.

Polemik 9 sertifikat tersebut pernah diperkarakan oleh pihak BPR Christa Jaya Kupang, namun semua gugatan ditolak, dan telah memiliki kekuatan hukum tetap, bahwa seluruh gugatan tidak pantas diterima.

"Waktu itu saya didudukan sebagai tergugat dua, dan debitur Rafi sebagai tergugat satu. Dimana semua gugatan BPR Christa Jaya ditolak," jelas Albert.

Dia menjelaskan, dirinya sangat yakin, bahwa seluruh proses yang dilaporkan BPR Christa Jaya ke Polda NTT, pihak kepolisian pasti bijaksana untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved