Breaking News:

Berita Belu

Populasi Ternak Sapi di Belu 74.458 Ekor

Masyarakat Kabupaten Belu masih tetap serius dan tekun mengembangkan ternak sapi sebagai salah satu sektor unggulan

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, Drs. Nikolaus O.K Birri, MM 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Masyarakat Kabupaten Belu masih tetap serius dan tekun mengembangkan ternak sapi sebagai salah satu sektor unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian. Hal itu dibuktikan dengan populasi ternak sapi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Sesuai data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu empat tahun terakhir menunjukkan, populasi ternak sapi tahun 2018 tercatat 69.621 ekor, tahun 2019 naik menjadi 71.731 ekor, tahun 2020 72.182 ekor dan tahun 2021 keadaan April naik menjadi 74.458 ekor.

Jumlah ternak sapi ini tersebar di 12 kecamatan dengan populasi paling banyak terdapat di Kecamatan Tasifeto Timur sebanyak 13.929 ekor dan paling sedikit di Kecamatan Kota Atambua Selatan 827 ekor.

Ada empat kecamatan dengan populasi berkisar 8.000 sampai 10 ribu yakni, Kecamatan Tasifeto Barat dan Kecamatan Kakuluk Mesak.

Baca juga: Hilang Sebulan, Ternak Sapi Warga di Kupang Muncul Dengan Cap Milik Pelaku

Sementara populasi di bawah angka 7.000 terdapat di lima kecamatan yakni, Kecamatan Lamaknen Lamaknen Selatan, Raihat, Nanaet Duabesi, Kota Atambua, Atambua Barat dan Atambua Selatan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu,  Drs. Nikolaus O.K Birri, MM saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Rabu 29 September 2021 mengatakan, pemerintah terus mendorong peternak sapi untuk tetap semangat menekuni usaha ternak.

Peningkatan populasi ternak sapi ini baik karena kawin alam maupun inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. Populasi ternak kawin alam masih lebih tinggi dari IB. Di tahun 2020, kata Nikolaus, hasil kawin alam mencapai 12 ribu ekor atau empat kali lipat melampau target yang diberikan yakni 300 lebih ekor.

Realisasi kelahiran kawin alam tahun 2021 sampai 31 Agustus 2021 sebanyak 234 ekor atau 56,38 persen dari target 415 ekor. Harapannya, dalam beberapa bulan ke depan terjadi penambahan populasi.

Baca juga: Populasi Ternak Sapi di Belu Meningkat Tiap Tahun, Program Belu Sebagai Gudang Ternak Bisa Terwujud

Untuk program IB tahun 2021 ditargetkan 385 ekor. Realisasi sampai dengan September
sebanyak 240 ekor atau 63,64 persen.
Realisasi kebuntingan 133 ekor atau 66,50 persen dari target 200 ekor. Realisasi kelahiran IB sebanyak 79 ekor atau 52,67 persen dari target 150 ekor dan

Menurut Kadis Nikolaus, dinas terus menggenjot pelaksanaan IB di Kabupaten Belu. Ada tiga jenis genetika ternak sapi yang dilakukan IB yakni sapi jenis Wagiu, sapi Bali asli dan sapi Cross. Sapi Cross terdiri dari Semental, Limosin, Angus dan Brangus.

Nikolaus optimis, populasi ternak sapi terus meningkat karena didukung dengan program pemerintah kabupaten yang menempatkan peternakan sebagai sektor unggulan. Pemerintah berupaya untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Belu sebagai gudang ternak.

Nikolaus menambahkan, kuota ternak sapi antar pulau tahun 2021 ditargetkan 4.000 ekor. Jumlah ini sudah hampir terpenuhi karena ternak sapi dari Belu sering dikirim ke luar daerah. (*)

Baca Berita Belu Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved