Berita Flores Timur
Gelar Ritual Ahik Koke Bala: Warga Lewotala Senang Rumah Adat Diresmikan
Gelar Ritual Ahik Koke Bala: Warga Lewotala Flores Timur Senang Rumah Adat Diresmikan
POS-KUPANG.COM- Masyarakat Flores Timur (Flotim) masih menjunjung tinggi adat istiadat yang menjunjung tinggi kekerabatan antara suku. Banyak sekali budaya atau tradisi yang diwariskan leluhur, hingga kini masih terus dilestarikan.
Satu tradisi yang sampai sekarang terus dijaga adalah pembangunan rumah adat atau Koke Bale. Di Lewotala, Kecamatan Lewo Lema, ritual ini biasa disebut "Ahik".
Ahik merupakan pesta adat yang digelar setelah proses pengerjaan rumah adat selesai.
Ritual ini melibatkan semua suku yang ada di Lewotala. Ritual ini dilakukan jika rumah adat atau koke bale sudah rusak dan dibangun kembali.
Ritual itu digelar dengan pemotongan hewan kurban yang disiapkan beberapa suku di wilayah itu.
Baca juga: Dirjen Kebudayaan Dorong Penguatan Lembaga Adat di Flores Timur
"Ahik merupakan pesta kemenangan. Kita resmikan rumah adat setelah dibangun kembali. Semua suku ikut mengambil bagian dengan membawa bagiannya masing untuk pesta adat," ujar tokoh adat sekaligus Kebel,eng Lewo desa Lewotala, Agustinus Pati Hurint kepada wartawan, Sabtu 25 September 2021.
"Kami memberikan kepercayaan kepada Bupati Flores Timur Anton Hadjon untuk memotong hewan kurban di depan rumah adat, sekaligus mengangkatnya sebagai anak suku di lewotanah ini," tambahnya.
Koke Bale berbentuk rumah panggung yang tidak berdinding dan ditopang sejumlah tiang dengan lukisan motif khas suku setempat.
Di dalam Koke Bale, disimpan seperangkat gong gendang yang digunakan saat ritual adat. Ada juga tulang-tulang hewan kurban yang dipajang di keliling Koke Bale.
Baca juga: Ritual Ahik Koke Bala, Simbol Kemenangan Suku di Lewotala Flores Timur
Rumah adat ini memiliki fungsi sebagai tempat berkumpulnya tetua adat dalam melaksanakan ritual adat serta melaksanakan pertemuan untuk merencanakan seluruh rangkaian kegiatan di masyarakat seperti upacara membersihkan dan memperbaiki rumah adat.
Selain itu, rumah adat ini juga menjadi tempat pemujaan atau sejenis kuil.
Rawat Warisan Leluhur
Acara peresmian Koke Bale itu dihadiri, Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon dan Direktur Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Samsul Hadi.
Bupati dipercayakan memotong hewan kurban di depan rumah adat (Koke Bale). Sebelumnya, mereka disambut dengan sapaan adat dan tarian adat khas daerah Lewotala.
"Obyek budaya tidak ada tawar menawar, karena ini sudah dilaksanakan secara turun temurun dan diyakini masyarakat. Itulah yang disebut budaya di bumi Lamaholot. Budaya kita bersifat tetap. Jika ada pergeseran, itu terjadi karna ada hal-hal baru atau ada hal lain yang mempengaruhi tatanan budaya kita yang ada," kata Bupati Anton.
Sebagai bukti pelestarian budaya, kata dia, sejak dilantik menjadi Bupati Flores Timur, ia bersama wakilnya mengeluarkan peraturan daerah tentang penggunaan pakaian tradisional di kalangan PNS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gelar-ritual-ahik-koke-bala-warga-lewotala-senang-rumah-adat-diresmikan.jpg)