Sabtu, 25 April 2026

Berita Flores Timur

Ritual Ahik Koke Bala, Simbol Kemenangan Suku di Lewotala Flores Timur

meski terjadinya pergeseran atau perubahan karena arus teknologi, namun budaya di Flores Timur tidak akan berubah.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Tarian adat suku Lewotala saat menggelar ritual adat Ahik Koke Bale 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA --Masyarakat Flores Timur (Flotim) masih menjunjung tinggi adat istiadat yang menjunjung tinggi kekerabatan antara suku.

Banyak sekali budaya atau tradisi yang diwariskan leluhur, hingga kini masih terus dilestarikan. 

Satu tradisi yang sampai sekarang terus dijaga adalah pembangunan rumah adat atau koke bale. Di Lewotala, Kecamatan Lewo Lema, ritual ini biasa disebut "Ahik". Ahik merupakan pesta adat yang digelar setelah proses pengerjaan rumah adat selesai.

Ritual ini melibatkan semua suku yang ada di Lewotala. Ritual ini dilakukan jika rumah adat atau koke bale sudah rusak dan dibangun kembali.

Ritual itu digelar dengan pemotongan hewan kurban yang disiapkan beberapa suku di wilayah itu. 

"Ahik merupakan pesta kemenangan. Kita resmikan rumah adat setelah dibangun kembali. Semua suku ikut mengambil bagian dengan membawa bagiannya masing untuk pesta adat," ujar tokoh adat sekaligus Kebel,eng Lewo desa Lewotala, Agustinus Pati Hurint kepada wartawan, Sabtu 25 September 2021. 

Baca juga: DPC Demokrat Flores Timur Dukung Leo Lelo di Musda Demokrat 2021

"Kami memberikan kepercayaan kepada Bupati Flores Timur Anton Hadjon untuk memotong Hewan kurban di depan rumah adat, sekaligus mengangkatnya sebagai anak suku di lewotanah ini," tambahnya. 

Koke Bale berbentuk berupa rumah panggung yang tidak berdinding dan ditopang oleh sejumlah tiang dengan lukisan motif khas suku setempat. 

Di dalam Koke Bale, disimpan seperangkat gong gendang yang digunakan saat ritual adat. Ada juga tulang-tulang hewan kurban yang dipajang di keliling Koke Bale.

Rumah adat ini memiliki fungsi sebagai tempat berkumpulnya tetua adat dalam melaksanakan ritual adat serta melaksanakan pertemuan untuk merencanakan seluruh rangkaian kegiatan di masyarakat seperti upacara membersihkan dan memperbaiki rumah adat.

Baca juga: 12 ASN Flores Timur Dapat Ijin Bupati Maju Calon Kades 2021

Selainitu, rumah adat ini juga menjadi tempat pemujaan atau sejenis kuil.

Rawat Warisan Leluhur

Acara peresmian koke bale itu dihadiri, Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon dan Direktur Kepercayaan akepada Tuhan Yang Maha Esa dan  Masyarakat  Adat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Samsul Hadi. 

Bupati dipercayakan memotong hewan kurban di depan rumah adat (koke bale). Sebelumnya, mereka disambut dengan sapaan adat dan tarian adat khas daerah Lewotala.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved