Berita Flores Timur
Dirjen Kebudayaan Dorong Penguatan Lembaga Adat di Flores Timur
bangunan hidup kolektif, daya hidup kreatifitas serta sikap dan prilaku hidup manusia yang beradat, beradab dan berbudaya
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi mengatakan Direktorat Kebudayaan mendorong penguatan lembaga adat guna menjaga keberlangsungan hidup berbudaya dan beradat di tengah masyarakat adat.
"Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2021 dan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang pelaksanaan kemajuan kebudayaan, maka kami hadir bersama untuk mendorong penguatan lembaga adat yang berbudaya," ujar Samsul dalam acara dialog budaya yang berlangsung di aula Hotel Sunrise Larantuka, Senin 27 September 2021.
Menurut dia, untuk mengimplementasikan itu, perlu kerjasama yang baik mulai dari lembaga adat desa hingga pusat.
"Kami dari kementrian harus turun langsung ke daerah-daerah. Semua harus bersatu menuju Indonesia berbudaya dengan tetap menjunjung nilai nilat adat istiadat," katanya.
Baca juga: Mengenal Kelompok Orang Muda Kreatif Ape Dapo Flores Timur
Asisten II Setda Flotim, Petrus Pedo Maran mengatakan peran masyarakat adat bermuara pada penemuan nilai-nilai yang memperkuat bangunan hidup kolektif, daya hidup kreatifitas serta sikap dan prilaku hidup manusia yang beradat, beradab dan berbudaya.
Peran masyarakat adat itu, lanjut dia, merekatkan kembali ikatan manusia dengan alam sekitar dan leluhur yang memiliki spirit menjaga dan melindungi Lewotanah (kampung halaman).
"Kebudayaan adalah soal kita bersama, membangun kebudayaan dan pariwisata, serta pemeliharaan tradisi dan nilai nilai adat istiadat. Ini merupakan kerja gotong royong kita bersama. Mari kita bangun Flores Timur dengan tetap melestarikan nilai-nilai luhur dan budaya Lamaholot warisan leluhur," jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim, Petrus Pemang Liku menjelaskan, menjaga tradisi bukanlah penyembahan abu, tetapi pelestarian api.
Baca juga: Antrian Panjang di Jalan Masuk SPBU Tapi Flores Timur Tidak Krisis BBM
Artinya, tradisi yang kita jaga adalah bukan semata visualisasi dan kebiasaan yang berlaku, tetapi yang terpenting adalah menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Menurut dia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat adat dalam menjaga tradisi.
Masuknya pengaruh budaya asing sangat mengkwatirkan khususnya generasi muda dalam menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi kelamaholotan dalam pembentukan karakter dan identitas bangsa.
"Berbicara tentang tradisi berarti berbicara tentang adat istiadat. Ada kebiasaan bersifat magis religius dari kehidupan suatu penduduk asli yang meliputi nilai-nilai budaya," tutupnya.
Untuk diketahui, dialog budaya itu digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur yang bekerjasama dengan Dirjen Kebudayaan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat juga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Baca juga: 12 ASN Flores Timur Dapat Ijin Bupati Maju Calon Kades 2021
Kegiatan ini mengikutsertakan tokoh adat, tokoh pemuda, rohaniwan juga budayawan se-Kabupaten Flores Timur. (*)