Berita Sumba Timur

Stok Beras Bulog Kabupaten Sumba Timur Aman Hingga Akhir Tahun, Masyarakat Diminta Jangan Khawatir 

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Waingapu Kabupaten Sumba Timur memastikan ketersediaan (stok) beras di wilayah itu aman hingga akhir tahun 2021.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kepala Bulog Sumba Timur, Budiwan Susanto     

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Waingapu Kabupaten Sumba Timur memastikan ketersediaan (stok) beras di wilayah itu aman hingga akhir tahun 2021.

Kepala Bulog Sumba Timur, Budiwan Susanto menyebut, stok beras untuk Wilayah Kabupaten Sumba Timur masih mencukupi. Hingga Kamis 23 September 2021 stok beras di Gudang Bulog Waingapu masih sebanyak 543 ton

"Untuk Stok per hari ini 543 ton dan itu kami perkirakan bisa untuk ketahanan sampai 3 bulan kedepan," ujar Budiwan kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 23 September 2021.

Meski memastikan stok aman hingga 3 bulan, pihak Bulog Waingapu telah merencanakan untuk menambah stok sebanyak 1.000 ton lagi. 

Baca juga: Tujuh Atlet UPG 1945 NTT Ikut PON XX di Papua, Samuel Haning : Semua Atlet Dibebaskan Biaya Kuliah

"Kemudian kami rencana tambahan 1000 ton. Itu akan dikirim 2 tahap yakni Oktober dan Desember nanti," tambah Budiwan. 

Selain ketersediaan beras yang aman, Bulog Waingapu juga memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya juga akan. Persediaan gula pasir masih ada sebanyak 10 ton, minyak goreng 18 ribu liter serta tepung terigu sebanyak 2 ton. Stok tersebut dapat menambah konsumsi masyarakat. 

Peningkatan permintaan 

Budiwan mengakui terjadi peningkatan permintaan beras di Gudang Bulog dalam tentang sebulan terakhir. Jika biasanya permintaan beras berkisar pada angka 50 hingga 70 ton sebulan, maka pada September terjadi peningkatan permintaan hingga 100 ton. 

Menurut Budiwan, meningkatnya permintaan itu dipengaruhi kondisi dampak kekeringan di wilayah itu. 

"Kalau pasca bencana, mulai September ini permintaan agak naik daripada Juli Agustus. Biasanya keluar 50-70 ton sebulan tapi di September sampai dengan 100 ton. Mungkin juga akan tambah terkait dampak kekeringan ini," ujar Budiwan. 

Namun demikian, Budiwan menjamin masyarakat agar tidak khawatir. 

"Dalam rangka menghadapi musim kemarau masyarakat Sumba Timur jangan khawatir karena stok kami aman. Sampai akhir tahun stok di sini kita jamin aman," pungkas dia. (hh) 

Berita Sumba Timur :

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved