Breaking News:

Berita Belu

Pelaku Perjalanan Internasional Pernah Isolasi Terpusat di Belu, Ini Datanya

Sepanjang Juni sampai Agustus 2021, lebih dari 10 orang pelaku perjalanan internasional yang terkonfirmasi positif COVID-19 menjalani isolasi terpusat

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG. COM/TENI JENAHAS
KARANTINA- Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Belu. 

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA--Sepanjang Juni sampai Agustus 2021, lebih dari 10 orang pelaku perjalanan internasional yang terkonfirmasi positif COVID-19 menjalani isolasi terpusat di rumah karantina terpadu yang berada di Haliwen, Kabupaten Belu. 

Selain itu, tiga orang warga negara asing (WNA) juga isolasi pada Agustus 2021. Setelah dinyatakan sembuh mereka kembali ke tempat tujuannya. 

Untuk keadaan September 2021, belum ada WNA dan juga pelaku perjalanan internasional yang isolasi terpusat. 

Hal ini disampaikan Koordinator rumah karantina terpusat di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kabupaten Belu, Alfred Berek ketika ditemui Pos Kupang. Com, Kamis 23 September 2021.

Baca juga: Tujuh Atlet UPG 1945 NTT Ikut PON XX di Papua, Samuel Haning : Semua Atlet Dibebaskan Biaya Kuliah

Menurut Alfred, keadaan hari ini ada dua pasien positif COVID-19 menjalani isolasi terpusat. Jumlah pasien yang isolasi terpusat mulai berkurang selama September 2021.

"Hari ini ada dua orang. Sudah mulai berkurang. Selama bulan September baru sembilan orang yang isolasi di sini", kata Alfred. 

Kata Alfred, jumlah bed yang tersedia di rumah karantina terpusat sebanyak 50 unit. Saat ini terpakai dua untuk dua pasien. 

Menurut Alfred, selama ini kebutuhan pasien isolasi selalu diperhatikan pemerintah termasuk petugas yang jaga. Pemerintah memberi makan pasien tiga kali sehari dan snack dua kali sehari. Kemudian, pemeriksaan pasien  dilakukan setiap hari oleh tenaga medis dan diberikan obat vitamin dan obat antibiotik. 

Baca juga: Hanya 28 Calon Lolos Administrasi Seleksi PPPK Non Guru Kabupaten Sumba Timur, Ini Rincian Datanya

"Makan minum tiga kali sehari, pagi, siang, malam. Snack dua kali, pagi dan sore. Mereka juga diperiksa setiap hari, kasih obat vitamin dan antibiotik", jelas Alfred didampingi rekan kerjanya. 

Di rumah karantina ditempatkan petugas jaga setiap hari. Setiap shif ditugaskan dua orang petugas ditambah Polisi Pamong Praja dua orang. (jen)

Berita Belu Lainnya : 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved