Berita Nasional

Perjalanan Studi Hingga Karir Raih Penghargaan, Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang 

Tuan Guru Bajang menyelesaikan studi di bangku SMP hanya 2 tahun. Simak profil lengkapnya hingga penghargaan yang diperoleh dalam karirnya.

Editor: Yeni Rahmawati
Instagram/tuangurubajang
Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang. 

POS-KUPANG.COM - Dr. Muhammad Zainul Majdi sudah dikenal sebagai politisi Indonesia.

Ia merupakan salah satu tim sukses Jokowi-Ma'ruf.

Dirinya juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009.

Sebagai wakil dari Partai Bulan Bintang (PBB), TGB begiti dirinya akrab disapa membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan (Komisi X) DPR RI.
Pendidikan

Selanjutnya dia menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2 periode, masa jabatan 2008 - 2013 dan 2013 -2018.

Baca juga: Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Tuan Guru Bajang Miliki Segudang Penghargaan

Pada periode pertama dia didampingi oleh Wakil Gubernur Badrul Munir dan pada periode kedua didampingi oleh Wakil Gubernur Muhammad Amin.

Tuan Guru Bajang adalah putra asli NTB. lahir di Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 31 Mei 1972.

Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi mengenyam pendidikan dasar di SDN 3 Mataram (Sekarang SDN 6 Mataram), lulus tahun 1986.

Ia melewati jenjang SLTP di Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Nahdlatul Wathan Pancor hanya selama 2 tahun, dan lulus Aliyah di yayasan yang sama tahun 1991.

Sebelum memasuki perguruan tinggi ia menghafal Al-Qur'an di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Nahdlatul Wathan Pancor selama setahun (1991-1992).

Baca juga: Tak Kebagian Jatah di Kabinet Pembangunan Jokowi-Maruf, Tuan Guru Bajang Rangkap Dua Jabatan di BSI

Kemudian pada tahun 1992 Majdi berangkat ke Kairo guna menimba ilmu di Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Universitas Al-Azhar Kairo dan lulus meraih gelar Lc. pada tahun 1996.

Lima tahun berikutnya, ia meraih Master of Art (M.A.) dengan predikat Jayyid Jiddan.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Al-Azhar selama 10 tahun, Majdi melanjutkan ke program S3 di universitas dan jurusan yang sama.

Pada bulan Oktober 2002, proposal disertasi Majdi diterima dengan judul Studi dan Analisis terhadap Manuskrip Kitab Tafsir Ibnu Kamal Basya dari Awal Surat An-Nahl sampai Akhir Surat Ash-Shoffat di bawah bimbingan Prof. Dr. Said Muhammad Dasuqi dan Prof. Dr. Ahmad Syahaq Ahmad.

Ia berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat Martabah EL-Syaraf El Ula Ma`a Haqqutba atau Summa Cumlaude pada hari sabtu, 8 Januari 2011 dalam munaqosah ( sidang ) dengan Dosen Penguji Prof. Dr. Abdul Hay Hussein Al-Farmawi dan Prof. Dr . Al-Muhammady Abdurrahman Abdullah Ats-Tsuluts.

Baca juga: Tuan Guru Bajang Jadi Komisaris Independen Bank Syariah, Benarkah Ini Balas Budi Presiden Jokowi?

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved