Berita Nasional
Tak Kebagian Jatah di Kabinet Pembangunan Jokowi-Ma'ruf, Tuan Guru Bajang Rangkap Dua Jabatan di BSI
Pengangkatan Tuan Guru Bajang terjadi usai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada akhir Agustus 2021.
POS-KUPANG.COM – Belum lama ini PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI sepakat mengangkat salah satu tim sukses Jokowi, Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut) merangkap Komisaris Independen BSI.
Pengangkatan Tuan Guru Bajang terjadi usai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada akhir Agustus 2021, tepatnya Selasa 24 Agustus 2021 lalu.
Muhammad Zainul Majdi atau biasa dipanggil dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB), merupakan Politisi, Ulama, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2008-2013 dan 2013-2018.
Pengangkatan Tuan Guru Bajang itu disebut-sebut sebagai balas budi dari Presiden Jokowi-Maruf Amin atas jasanya pada Pilpres periode kedua tahun 2019 lalu.
Pada Pilpres tersebut, Tuan Guru Bajang juga punya andil besar dalam memenangkan Presiden Jokowi-Maruf Amin.
Baca juga: Tuan Guru Bajang Jadi Komisaris Independen Bank Syariah, Benarkah Ini Balas Budi Presiden Jokowi?
Atas jasanya tersebut, banyak yang memprediksi Tuan Guru Bajang bakal mendapatkan jatah dalam kabinet pembangunan Jokowi-Maruf Amin.
Namun kala itu, Tuan Guru Bajang tak kebagian jatah. Bahkan beberapa jabatan disebut-sebut akan diembannya, namun itu hanya sebatas kabar.
Setelah menantikan cukup lama, akhirnya Tuan Guru Bajang diangkat menjadi Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia.
Profil Tuan Guru Bajang
Muhammad Zainul Majdi atau biasa dipanggil dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB), merupakan pria kelahiran Selong, NTB pada 31 Mei 1972.
Dirinya juga merupakan bagian dari keluarga tokoh Islam di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca juga: Tuan Guru Bajang Jadi Komisaris Independen Bank Syariah, Benarkah Ini Balas Budi Presiden Jokowi?
Dalam catatan pendidikannya, TGB merupakan lulusan S1 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Universitas Al-Azhar Kairo, pada tahun 1995.
Kemudian dirinya melanjutkan S2 hingga S3 di Fakultas dan Perguruan Tinggi yang sama, yakni Universitas Al-Azhar Kairo. Dirinya berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2010.
TGB juga merupakan seorang Ulama.
Dia tercatat bergabung dalam ormas Islam yang bernama Nahdlatu Al-Wathan.