Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 16 September 2021: Hanya untuk Orang Baik?
Pengalaman membuat kita bertanya, kenapa Tuhan koq lebih mencintai orang lain daripada diri kita. Padahal kita amat cenderung merasa diri lebih baik.
Walaupun apa yang dikatakan Simon itu di dalam hatinya, tapi Yesus dapat membacanya. Dalam hal yang kurang lebih mirip, Yesus pun pasti mengetahui apa yang menjadi perasaan dan pikiran kita.
Makanya, Yesus mengemukakan sebuah perumpamaan sebagai bahan untuk refleksi diri.
Bahwa ada dua orang berhutang pada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, dan yang lain lima puluh dinar. Keduanya tak sanggup membayar. Tapi oleh kemurahan hati sang pemberi pinjaman, hutang keduanya dihapuskan.
Dengan cerita ini, Yesus ingin mengarahkan perhatian bahwa orang yang berhutang lebih banyak tentu akan merasa lebih besar kebaikan dari si pemberi pinjaman. Ia pasti akan lebih mengasihi orang yang begitu besar kebaikannya, karena hutangnya yang besar diputihkan.
Namun poin penting lain, kiranya tak boleh diabaikan. Bahwa hutang dosa siapa pun dan seberapa pun besarnya yang dimiliki tiap orang dihapuskan. Karena Tuhan berbelas kasih kepada semua orang.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 6 September 2021: Perkara Niat
Tapi pemutihan hutang dosa itu mempunyai korelasi dan konsekuensinya dengan perbuatan kasih yang semestinya dilakukan.
Ini terbaca dari perkataan Yesus kepada orang Farisi itu.
Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku. Engkau tidak mencium Aku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak.
Tapi, lihatlah perempuan ini! Ia yang membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Ia mencium kaki-Ku dengan tiada henti-hentinya. Ia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi (Luk 7:44-46).
Penegasannya terungkap jelas dalam perkataan Yesus ini, "Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih" (Luk 7:47).
Kalau begitu, kita semestinya mawas diri agar tidak merasa diri lebih pantas memperoleh lebih banyak kebaikan dari Tuhan. Kita menjaga agar tidak merasa diri lebih baik dari orang lain, apalagi sampai memandang dan menghakimi orang lain.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 4 September 2021: Mempertanyakan Kuasa
Kita menengok ke dalam diri kita masing-masing untuk melihat apa yang sudah Tuhan lakukan terhadap diri kita. Kayaknya kita tak perlu lagi mempertanyakan kenapa Tuhan tak berbuat kasih kepada kita.
Justru yang harus kita pertanyakan adalah apakah kita sudah berbuat kasih, lantaran telah mendapatkan kasih dari Tuhan. *
Teks Lengkap Bacaan 16 September 2021:
Bacaan I : Timotius 4:12-16
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)