Berita Belu
Bupati Belu Bantu Layani Pasien di Rumah Sakit Atambua
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD telah menyatakan kesiapannya untuk melayani masyarakat tidak sebatas sebagai Bupati
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp. PD telah menyatakan kesiapannya untuk melayani masyarakat tidak sebatas sebagai Bupati tetapi juga sebagai seorang dokter spesialis penyakit dalam, ia pasti melayani pasien.
Terhitung 1 September 2021, Bupati Belu mulai melayani pasien penyakit dalam di RSUD Atambua untuk membantu tiga dokter spesialis penyakit dalam yang sudah di rumah sakit Atambua saat ini.
"Jangan takut. Kami kawal semuanya. Kita punya empat dokter spesialis penyakit dalam saat ini, tiga di rumah sakit, dan satu lagi saya yang berdiri di sini. Dan mulai hari ini saya layani di rumah sakit Atambua untuk masyarakat Belu", kata Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin ketika memberikan arahan kepada warga yang ikuti vaksin di Kantor DPD II Partai Golkar Belu, Rabu 1 September 2021.
Ditemui Pos Kupang usai kegiatan, Bupati Agus Taolin menjelaskan, pelayanan kesehatan itu harus menyeluruh dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.
Baca juga: Bupati Belu dan Malaka Tanda Tangan MoU Pelayanan Kesehatan
Oleh karena itu, dokter spesialis penyakit dalam adalah bagian dari pengawalan ketat terhadap segala kemungkinan atau dalam istilah medis Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau Vaksin (KIPI) terhadap penyakit-penyakit yang bisa menghambat atau penyakit yang dapat mempengaruhi pasien, baik sebelum, selama maupun sesudah vaksinasi.
Disitulah kehadiran dokter spesialis penyakit dalam sangat dibutuhkan untuk melindungi masyarakat dari serangan penyakit. Sebagai seorang dokter, Bupati Belu selalu menyiapkan peralatan kesehatan kapan dan dimana pun ia pergi.
"Jadi perhatikan ini, bupati jalan selalu bawa alat kesehatan. Ini bukan untuk pencitraan tetapi untuk periksa masyarakat", ungkap dr Agus sambil menunjukkan statescop kepada wartawan.
Selain stateskop, Bupati juga selalu membawa, alat tensi, obat-obatan dalam mobil dinasnya. Ketika menemukan masyarakat sakit, ia langsung memeriksa dan memberikan obat.
Baca juga: Mahasiswa Diksarmil Unhan RI Unjuk Kebolehan di Depan Bupati Belu
"Obat bawa semuanya. Hanya pistol saja yang tidak bawa", ujar Bupati sedikit berkelakar.
Bupati juga sudah memerintahkan tim dokter agar selalu standby setiap kegiatan vaksin. Manakala ada masyarakat yang mengalami gejala sakit seperti darah tinggi, segera diperiksa dan diberi obat.
Di saat bersamaan, masyarakat juga bisa melakukan konsultasi dengan tim dokter. Jika belum sempat, segera konsultasi ke rumah sakit kapan saja.
Menurut Bupati Belu, di RSUD Atambua sudah memiliki empat dokter spesialis penyakit dalam, termasuk dirinya. Mereka siap melayani masyarakat Kabupaten Belu di bidang penyakit dalam.
"Tenaga dokter yang sudah ini yang kita fungsikan. Mereka mau bergerak kemana, kawal dimana nanti kita fungsikan untuk melayani masyarakat Belu di bidang penyakit dalam", ujar Bupati Belu.
Disaksikan Pos Kupang. Com, seorang warga yang ikut vaksin di Kantor DPD Partai Golkar, Rabu 1 September 2021, diketahui gejala darah tinggi. Melihat kondisi itu, Bupati Belu langsung menuju mobil dinas yang parkir di halaman Kantor DPD Golkar.
Bupati mengambil stateskop dan alat tensi lalu masuk lagi ke ruang untuk memeriksa ulang warga tersebut. Hasil periksa diketahui, warga yang bersangkutan darah tinggi lalu bupati merekomendasikan kepada warga untuk menggambil obat di puskesmas terdekat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-belu-bantu-layani-pasien-di-rumah-sakit-atambua.jpg)