Jumat, 8 Mei 2026

Berita Pemprov NTT

Vaksin AstreaZeneca di Kota Kupang Terancam Expaired, Begini Kata Kadinkes NTT 

Sementara itu vaksinasi untuk para pelajar, ia menambahkan akan diatur tersendiri di sekolah masing-masing.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/IRFAN HOI
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dan Catatan Sipil provinsi NTT, Messe Atupah 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Vaksin jenis AstreaZeneca di Kota Kupang terancam expaired atau jelang massa kadalwarasa. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dan Catatan Sipil provinsi NTT, Messe Atupah, gusar mendapat informasi ini.

Kepada POS-KUPANG.COM, Senin 13 September 2021, Messe Atupah mengatakan, dirinya mendapat laporan adanya persediaan vaksin AstreaZeneca di Kota Kupang yang belum digunakan.

Ia menyebut, hal ini akibat dari lambannya penggunaan vaksinasi yang dikirimkan dinas kesehatan provinsi. Disisi lain, Dinkes Kota Kupang justru memanfaatkan pihak ketiga untuk mempercepat vaksinasi.

Baginya, dengan melibatkan pihak ketiga, justru menyebabkan penumpukan stok vaksin milik Dinkes Kota Kupang karena tidak digunakan.

Messe mengaku, kondisi ini telah disiasati dan meminta Pemda lainnya untuk menggunakan vaksin tersebut.

Baca juga: Pemprov NTT Pastikan Jadwal Pelantikan Thomas Ola Langoday Jadi Bupati Lembata 

"Kita punya faskes, tenaga kesehatan yang dapat dilatih lagi kalau masih kurang tenaga untuk vaksinasi," tegasnya.

Disebutkan Messe, dua Kabupaten yang akan memanfaatkan vaksin dari Dinkes Kota Kupang ini adalah pemkab Kupang dan Timor Tengah Utara (TTU). Ia mengaku vaksin jenis ini justru diminati masyarakat.

"Alasannya karena terlalu banyak, tetapi saya tidak mau dengar itu," kata Messe.

Kadinkes Messe mengaku kecewa dengan sikap seperti ini. Sebab, menurutnya, masyarakat di Kota justru sedang antusias demi mendapat layanan vaksin dan sudah merupakan salah satu kebutuhan masyarakat.

Dirinya meminta agar vaksin ini segera di over ke daerah lain agar segera dimanfaatkan. Terkait jumlah, Messe menyebut jumlah vaksin AstreaZeneca milik Dinkes Kota Kupang sebanyak 4-5 ribu vial.

"Sekali lagi, ini vaksin sangat dibutuhkan. Jangan pilih-pilih dan fokus ke satu hal saja. Seolah-olah masyarakat hanya minta satu jenis vaksin saja. Saya pikir semua tidak pilih-pilih, dimana saja semua orang pasti terima di tempat lain," jelasnya.

Baca juga: Pemprov NTT Akan Terapkan Dengan Penyesuaian Syarat Aplikasi PeduliLindungi Untuk Pelaku Perjalanan

Ia menegaskan daerah lain untuk tidak meniru contoh seperti ini. Sisa vaksin jenis AstreaZeneca yang tergolong jumlahnya kecil, menurut Messe akan bisa tuntas dalam seminggu kedepan.

Messe Atupah berharap, pejabat dan petugas kesehatan semua daerah di NTT untuk terus mengedukasi warga agar bisa mengikuti vaksinasi. Ia juga meminta masyarakat untuk bisa mendatangi layanan vaksinasi terdekat.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, memerintahkan para lurah dan camat se-Kota Kupang untuk segera mendata warga yang belum divaksin dalam satu dua hari ke depan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved