Breaking News:

Berita Kota Kupang

Sebuah Bangunan di Kota Kupang Nekat Dibangun Meski Ditegur Dinas PUPR

Sebuah bangunan di Kota Kupang, tepatnya di jalan jendral Sudirman, kelurahan Kuanino Kota Kupang nekat melakukan pembangunan meski telah ditegur

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Fery Hamid (berhelm) sedang dimintai keterangan aparat kepolisian dilokasi kejadian. 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sebuah bangunan di Kota Kupang, tepatnya di jalan jendral Sudirman, kelurahan Kuanino Kota Kupang nekat melakukan pembangunan meski telah ditegur dinas pekerjaan umum dan penataan ruang ( PUPR) Kota Kupang.

Surat itu tertuang dalam nomor PUPR 600/544/KK/VII/2021 perihal peringatan yang ditujukan bagi pemilik bangunan Ferry Hamid di jalan jendral Sudirman RT 22/RW 005 kelurahan Kuanino.

Dalam surat dijelaskan, pemilik bangunan Ferry Hamid, tidak memenuhi syarat penempatan garis sempadan bangunan, pasal 13 ayat 1 undang-undang nomor 28 tahun 2002. Juga pasal 23 dan 24 perda nomor 7 tahun 2015.

Surat yang ditandatangani Kepala Bidang Cipta Karya dinas PUPR Kota Kupang tertanggal 14 Juli 2021 meminta Ferry Hamid melakukan klarifikasi dan menyelesaikan persoalan itu ke dinas PUPR sebelum melanjutkan proses pembangunan di lokasi itu.

Baca juga: Dinas PUPR Kabupaten Lembata Tuntaskan Sembilan Ruas Jalan Dalam Kota Lewoleba

Belakangan diketahui, surat yang dikelurakan dinas PUPR ini tidak diindahkan Ferry selaku pemilik bangunan. Ia tetap melakukan pengerjaan hingga berujung cekcok dengan warga sekitar yang menyebut adanya dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan Ferry Hamid.

Cekcok dengan warga setempat ini kembali terjadi ketika Ferry Hamid pada Minggu 12 September 2021, ingin melakukan pengecoran dibangunan tersebut. Warga meminta Ferry untuk mematuhi surat yang diberikan dinas PUPR sebelum melanjutkan aktifitasnya.

"Dia datang kerja sini tanpa izin saya, yang langsung berbatasan dengan dia. Harusnya dia ikut dulu surat dari dinas PUPR sebelum beraktifitas lagi," kata, Edward Djaya, pemilik lahan yang diduga diserobot oleh Ferry Hamid, Minggu 12 September 2021.

Edward menjelaskan, tindakan dirinya melarang keberlanjutan proses pembangunan, hanya karena ada surat pemberitahuan dari dinas PUPR, sehingga ia meminta Ferry Hamid untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut sebelum dikerjakan.

Baca juga: Dinas PUPR Sumba Timur Latih P3A Kelurahan Lambanapu dan Malumbi

Ia menegasakan tidak ada unsur pelarangan atau apapun, namun Edward meminta agar bisa mematuhi peraturan dan surat yang ada. Selain itu, Edward juga menyebut, dugaan penyerobotan ini nekat dilakukan meski ia sempat menegur beberapa kali.

Edward mengancam, akan mempolisikan Ferry Hamid jika dirinya pun dilaporkan dipihak kepolisian.

Sementara itu, Ferry Hamid yang dikonfirmasi awak media enggan memberikan komentarnya tentang teguran dari dinas dan warga setempat.

Ferry menolak memberikan keterangan dan bahkan kembali merekam video ke awak media yang sedang memintai kesediaannya untuk memberikan keterangan atas masalah itu.

Dilokasi kejadian, akibat hal ini aparat kepolisian dari Polsek Oebobo juga tiba dilokasi untuk mengamankan lokasi guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. (*)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved