Berita Sumba Timur
Dinas PUPR Sumba Timur Latih P3A Kelurahan Lambanapu dan Malumbi
P3A adalah mitra PUPR sehingga perlu partisipasi aktif juga dalam pengelolaan di wilayah DI Kambaniru.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Dinas PUPR Sumba Timur Latih P3A Kelurahan Lambanapu dan Malumbi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumba Timur menggelar pelatihan bagi kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang ada di Kelurahan Lambanapu dan Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera.
Pelatihan ini berlangsung di Aula Kantor Dinas PUPR setempat, Rabu 21 Juli 2021.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur, Yulius Ngenju,S.T mengatakan, kegiatan itu merupakan pelatihan Kelembagaan Pengelolaan Irigasi
(KPI) P3A di dua kelurahan yang ada di Kecamatan Kambera.
Dua P3A itu, yakni P3A Angga Kelurahan Lambanapu dan P3A Marangga Hamu Kelurahan. Kedua P3A ini selama ini juga memanfaatkan daerah irigasi di Kambaniru.
Baca juga: 215 Pasien Covid-19 di Sumba Timur Sembuh
"Jadi kami lakukan pelatihan bagi P3A yang ada di Lambanapu dan Malumbi yang mana selama ini memanfaatkan DI Kambaniru. Kegiatan ini merupakan Program Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif (PPSIP)," kata Yulius.
Dijelaskan, P3A adalah mitra PUPR sehingga perlu partisipasi aktif juga dalam pengelolaan di wilayah DI Kambaniru.
"Sebenarnya hanya saluran primer dan sekunder yang diatur pemerintah, tetapi adanya kondisi saat ini maka pemerintah juga masuk untuk melihat ke saluran tersier," katanya.
Dikatakan, sebenarnya, setelah air keluar dari saluran sekunder, maka diatur oleh P3A. Namun, lanjutnya, terkadang terjadi persoalan dan juga ketika ada saluran yang bocor.
Baca juga: Update Covid-19, 31 Sembuh dan Satu Meninggal Dunia di Sumba Timur
Karena itu, perlu diberi pelatihan sehingga ada pengaturan air dan juga penerapan pola tanam.
"Kita atur agar di kondisi saat ini, ada lahan yang bisa dikelola sehingga tidak saja untuk palawija tetapi ada hortikultura. Intinya ada pengaturan air dan pola tanam yang baik," ujarnya.
Terkait Bendung Kambaniru yang rusak, ia mengatakan, memang Bendung Kambaniru itu adalah kewenangan pusat yang saat ini sementara dikerjakan.
"Tentu ini masih membutuhkan waktu cukup lama. Karena itu, saat ini masih ada pengerjaan bendung darurat agar air bisa terairi ke saluran irigasi," ujar Yulius.(*)