Berita Nagekeo
Perbaikan Ruas Jalan Sawu-Mulakoli di Mauponggo Nagekeo Mulai Dikerjakan
Perbaikan Ruas Jalan Sawu-Mulakoli di Mauponggo Kabupaten Nagekeo Mulai Dikerjakan
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM, MBAY - Kecamatan Mauponggo dapat disebut sebagai 'surga' komoditi perkebunan di Kabupaten Nagekeo.
Cengkeh, pala, kakao, kemiri, vanili, salak, rambutan, durian, merica dan lainnya menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat beberapa desa yang mengitari lereng gunung Ebulobo nan subur.
Melintas di wilayah ini, di sisi lain, sekaligus juga menjadi kesempatan untuk menikmati panorama alam pegunungan dan horizon Laut Sawu yang memanjakan mata.
Keindahannya disempurnakan oleh hawa segar yang menyeruak dari balik dedaunan berbalut kabut tipis. Namun demikian, keadaan topografis dan kepadatan penduduk menjadi tantangan tersendiri baik bagi Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah dalam menyiapkan infrastruktur jalan dan jembatan yang layak.
Baca juga: Kapolsek Sebut Keluarga Korban Gantung Diri di Mauponggo Terima Kematian Korban Sebagai Musibah
Salah satu ruas jalan yang mendesak untuk ditangani adalah Sawu - Mulakoli yang merupakan akses strategis dari dan menuju Ibukota Kecamatan Mauponggo dan Kecamatan Boawae.
Jalan kabupaten ini membelah perkebunan dan jejeran rumah-rumah permanen berbenteng tembok penyokong tinggi dan kokoh dari warga Desa Sawu, Lodaolo dan Woloede.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nagekeo, pelan namun pasti, terus melakukan peningkatan dari tahun ke tahun.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Nagekeo, Fransiskus P. Jogo Dajo, ST.MT, sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket pekerjaan tersebut, menjelaskan dengan pengetatan anggaran di masa pandemi saat ini, penanganan dilakukan secara bijak dan optimal pada segmen-segmen prioritas dan kritis.
Baca juga: Korban yang Meninggal Gantung Diri di Mauponggo-Nagekeo Diduga Karena Persoalan Keluarga
"Sebelumnya di Tahun 2019 kita alokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 1 M, kemudian tahun lalu 2020 terhenti, apalagi waktu itu pandemi Covid baru merebak dan di tahun 2021 ini dilanjutkan dengan pagu anggaran 2 Miliar," ujar Kabid Fancy, Kamis 9 September 2021 dalam keterangan tertulis yang diterima POS-KUPANG.COM.
Khusus tahun ini, lanjut Fancy, tidak langsung dibuat dengan konstruksi rabat atau lapen (lapisan penetrasi), tetapi terlebih dahulu dilakukan pelebaran hingga kurang lebih 8 m, penurunan permukaan, pembangunan saluran maupun tembok penyokong serta plat deker.
"Ini penting untuk peluang akses Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun-tahun mendatang, mengingat intervensi dari sumber tersebut hanya untuk ruas yang sudah siap ditingkatkan dengan lapen atau hotmix, bukan untuk pembukaan, pelebaran atau bangunan pelengkap, "terangnya.
Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Anselmus Mere, SE pada kesempatan yang sama juga membenarkan hal itu.
Ansel Mere juga mengisahkan betapa warga terdampak sangat antusias menyambut pekerjaan tersebut ketika mulai berjalan.
"Masyarakat di bawah sangat antusias, mereka tidak keberatan jika harus mengganggu tembok penyokong di halaman rumahnya, demikian pula lahan dan komoditi. Mereka rela, asal pengguna jalan semakin nyaman dan lancar,"ujarnya.
Sekdin Ansel juga menerangkan, masih ada beberapa ruas jalan potensial di Kecamatan Mauponggo yang membutuhkan perhatian serius.