Breaking News:

Berita TTS

Jaksa Tak Banding, Keluarga Korban Pelecehan Seksual Bersurat ke Kejati NTT dan Kejagung RI

Jaksa Tak Banding, Keluarga Korban Pelecehan Seksual Bersurat ke Kejati NTT dan Kejagung RI

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Kajari TTS, Andarias D'Orney, SH 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE - Kajari TTS, Andarias D'Orney, SH menegaskan pihaknya tidak akan melakukan upaya banding terkait vonis putusan terhadap terdakwa Jean Neonufa yang divonis 8 bulan kurungan penjara dalam kasus pelanggaran kesusilaan terhadap korban DLS.

Andarias menyebut alasan tidak mengajukan upaya banding karena vonis hukuman yang dijatuhkan hakim sudah 2/3 dari tuntutan.

"Kita tidak banding karena vonis yang dijatuhkan sudah 2/3 dari tuntutan kita," ungkap Andarias kepada POS-KUPANG.COM, Jumat 10 September 2021.

Ketika ditanya kenapa tuntutan dalam perkara tersebut hanya 10 bulan (Pasal 281 ke 2 KHUP) sedangkan ancaman dalam kasus tersebut 9 tahun (Pasal 289 KHUP), Andarias mengatakan, tuntutan yang diajukan sesuai dengan fakta persidangan.

Baca juga: Sudah Ada Vonis Pengadilan, Ketua DPRD TTS Dorong BK Percepatan Proses Putusan Jean Neonufa

"Tuntutan kita itu sesuai dengan fakta persidangan. Apa yang disampaikan saksi maupun korban itu yang menjadi dasar tuntutan," ujarnya.

Yusuf Soru yang merupakan adik kandung korban, DLS mengaku kecewa dengan sikap Kejari TTS yang enggan untuk mengajukan upaya banding terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Soe.

Dirinya menyebut pihak keluarga hanya mencari keadilan dalam kasus tersebut.

"Kami merasa aneh dengan tuntutan dan vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa. Mengapa hanya dituntut 10 bulan padahal ancaman hukuman dalam kasus tersebut 9 tahun (Pasal 289 KUHP)," sebutnya dengan nada kecewa.

Karena jaksa Kejari TTS enggan mengajukan upaya banding lanjut Yusuf, pihak keluarga akan bersurat kepada Kejati NTT, Kejagung RI dan Komisi III DPR RI untuk meminta keadilan dalam kasus tersebut.

Baca juga: Mantan Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa Diperiksa Terkait Kasus Pelecehan Seksual

"Kita akan bersurat ke Kejati NTT, Kejagung RI dan Komisi III DPR RI. Kita minta keadilan untuk korban. Bagaimana pelaku pelecehan seksual hanya dijatuhi hukuman 8 bulan," tegasnya. (*)

Baca Berita TTS Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved