Tips Sehat
Faktor Risiko Penyebab dan Gejala Penyakit Stroke serta Cara Pencegahan
Meskipun tidak menulari orang lain tapi stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang banyak dijumpai di sekitar kita.
Kenapa gejala stroke dan penyebab serta pencegahan stroke
POS-KUPANG.COM - Penyakit stroke sudah menjadi salah satu penyakit yang ditakutkan
Mengapa? Karena banyak orang yang terkena stroke membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sembuh.
Saat terkena stroke, kadang membuat orang frustasi karena tidak bisa berbuat apa-apa.
Meskipun tidak menulari orang lain tapi stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang banyak dijumpai di sekitar kita.
Baca juga: Jambu Air Efektif Turunkan Resiko Stroke hingga Baik Untuk Mata dan Kulit, Simak Cara Mengolahnya
Apa itu penyakit stroke dan apa saja gejalanya?
Caritahu gejala penyakit stroke sehingga tidak terlambat penanganannya, jika terlambat maka akan menghambat proses kesembuhannya
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2018 menyebutkan, prevelensi stroke berdasarkan diagnosis pada penduduk berusia lebih dari 15 tahun adalah 10,85 persen.
Stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, sehingga otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi.
Baca juga: Makanan Yang Bisa Membantu Penderita Stroke, Mulai dari Ikan Salmon Hingga Delima
Akibatnya, sel-sel otak akan mati dalam beberapa menit.
Perawatan yang tepat dan tindakan dini dapat mengurangi kerusakan otak dan komplikasi lainnya.
Gejala
Melansir Mayoclinic, ada beberapa tanda atau gejala stroke.
Baca juga: Simak Pertolongan Pertama Saat Serangan Jantung, Ini Gejala Penyakit Jantung yang Harus Diwaspadai
Pertama, kesulitan berbicara dan memahami apa yang dikatakan orang lain.
Kedua, kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan atau tungkai. Biasanya, kondisi ini menyerang satu sisi tubuh penderita.
Untuk mengetahuinya, cobalah mengangkat kedua lengan ke atas kepala secara bersamaan. Jika satu lengan jatuh, mungkin Anda mengalami stroke.
Baca juga: Kenali Sejak Dini, Inilah Gejala Penyakit Diabetes, Faktor Keturunan Jadi Salah Satu Faktor
Selain itu, satu sisi mulut juga mungkin terkulai saat mencoba tersenyum.
Ketiga, masalah pengelihatan pada satu atau kedua mata.
Keempat, sakit kepala secara tiba-tiba yang mungkin disertai dengan muntah.
Kelima, kesulitan berjalan.
Baca juga: Gejala Penyakit Jantung Berbeda Tergantung Penyebabnya, 6 Jenis Penyakit Jantung, Ini Tanda-tandanya
Penyebab
Ada dua penyebab utama stroke, yaitu arteri tersumbat (stroke iskemik) dan pembuluh darah yang bocor atau pecah (stroke hemoragik).
Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum dijumpai. Ini terjadi ketika pembuluh darah ke otak menyempit atau tersumbat, sehingga menyebabkan aliran darah berkurang.
Pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit disebabkan oleh timbunan lemak yang menumpuk di pembuluh darah, gumpalan darah, atau kotoran lain yang mengalir melalui aliran darah dan masuk ke dalam pembulu darah di otak.
Baca juga: Jangan Dibiarkan Bersendawa Dalam Waktu Lama Gejala Penyakit Apa? Bisa Berujung ke Kanker Lambung
Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 dapat menjadi kemungkinan penyebab stroke iskemik, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikannya.
Sementara itu, stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak bocor atau pecah.
Pendarahan otak dapat terjadi akibat berbagai kondisi, seperti tekanan darah tinggi yang tak terkontrol, pengobatan berlebihan dengan pengencer darah (antikoagulan), dan trauma.
Beberapa orang mungkin hanya mengalami gangguan sementara aliran darah ke otak, yang dikenal sebagai serangan iskemik transient (TIA), yang tidak menyebabkan gejala yang bertahan lama.
Baca juga: Kesemutan, Cepat Lapar, Gampang Haus, Sering Kencing, Waspada itu Gejala Penyakit Diabetes Melitus
Faktor risiko
Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke, seperti obesitas, ketidakaktifan fisik, minum alkohol, tekanan darah tinggi, merokok, kolesterol tinggi, diabetes, sleep apnea, dan riwayat keluarga.
Beberapa faktor lain dengan risiko yang lebih tinggi adalah usia (55 tahun lebih), ras (orang Afrika-Amerika), jenis kelamin (pria), dan hormon.
Pencegahan
Berikut sejumlah cara untuk mengurangi risiko stroke, dikutip dari laman resmi Harvard Medical School:
Baca juga: Telapak Kaki Kesemutan dan Terasa Seperti Terbakar Gejala Penyakit Ginjal Kronis, Penyakit Lainnya?
Menurunkan tekanan darah
Menurunkan berat badan
Perbanyak olahraga
Obati fibrilasi atrium, bentuk detak jantung tidak teratur yang menyebabkan pembentukan gumpalan pada jantung dan menyebar ke otak.
Mengobati diabetes
Berita mengenai gejala penyakit lainnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Penyakit Stroke, dari Gejala hingga Pencegahannya",
Editor : Sari Hardiyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-stroke-gejala-stoke-apa-saja.jpg)