Tips Sehat
Makanan Yang Bisa Membantu Penderita Stroke, Mulai dari Ikan Salmon Hingga Delima
setelah terkena stroke, cobalah untuk memilih jenis makanan yang bisa menambah proten sehingga lebih banyak neuron baru terbentuk.
Bluberi
Flint Rehab merekomendasikan bluberi sebagai salah satu jenis buah yang bisa dikonsumsi penderita stroke. Flavonoid, salah satu antioksidan dalam bluberi, mampu meningkatkan kemampuan kognitif. Jenis buah itu juga dapat mengurangi kolesterol berlebih dalam tubuh.
Dikutip dari wikipedia, Bluberi atau beri biru adalah tanaman berbunga dalam genus Vaccinium, bagian Cyanococcus. Spesies ini tumbuh di Amerika Utara.[1] Berupa semak yang ukurannya mulai 10 cm hingga 4 m; spesies terkecil dikenal sebagai "bluberry semak rendah" (sama dengan "liar"), dan spesies terbesar adalah "bluberi semak tinggi". Daunnya berganti atau hijau sepanjang tahun, ovate hingga lanceolate, dan mulai 1–8 cm panjangnya dan lebar 0.5-3.5 cm. Bunganya berbentuk bel, putih, merah atau merah muda pucat, kadang-kadang kehijau-hijauan.
Baca juga: Khasiat Jahe Merah untuk Kesehatan, Bisa Naikkan Imunitas Tubuh Lawan Serangan Covid-19
Kacang dan Biji
Kacang dan biji jadi jenis makanan lain yang dapat dikonsumsi penderita stroke. Bukan tanpa alasan, jenis makanan itu memiliki banyak vitamin E yang bisa mengurangi risiko penurunan kemampuan kognitif. Selain penderita stroke, orang tua juga sebaiknya meningkatkan asupan vitamin E.
Delima
Buah delima dapat Anda manfaatkan untuk obat stroke.
Obat stroke herbal lainnya yang perlu Anda jadikan pilihan adalah delima. Sama seperti bahan alami yang lain, jenis buah itu kaya akan antioksidan yang memberikan proteksi lebih pada otak. Dengan begitu, kerusakan yang lebih parah dapat dicegah
Delima (Punica granatum) adalah tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh hingga 5–8 m. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Iran, namun telah lama dikembangbiakkan di daerah Mediterania. Bangsa Moor memberi nama salah satu kota kuno di Spanyol, Granada berdasarkan nama buah ini. Tanaman ini juga banyak ditanam di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara.
Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan.
Bentuk pohon perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1–9 cm, lebar 0,5–2,5 cm, warnanya hijau.
Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5–12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Cari obat stroke? 6 Bahan alami ini bisa Anda coba", Klik untuk baca:
Editor: Belladina Biananda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ikan-salmon_20170125_121303.jpg)